Tiba-tiba saya tersentil oleh kicauan Hasssan (Ketua Komunitas Blogger Bengawan) di twitter; “perubahan terwujud, tp yg memperjuangkan tetap tak dpt apapun“… Sumpah, saya tidak menuduh Hasssan kecewa dengan sesuatu yang telah diperjuangkan dan tidak mendapatkan apapun.
Saya malah teringat saat seorang kawan berkata, lebih tepatnya bercerita:
Di suatu tempat atau daerah atau wilayah yang gersang ada seseorang yang rajin menanam pepohonan. Setelah beberapa tahun kemudian, setiap orang yang melewati daerah tersebut selalu memuji betapa segarnya suasana di daerah itu. Orang-orang yang memuji barangkali sama sekali tidak tahu bagaimana gersangnya daerah itu dulu. Barangkali tidak memikirkan siapa yang berjasa menjadikan daerah itu sesegar saat ini.
Bagi saya itu tidaklah penting. Setiap perbuatan yang baik yang kita lakukan bilamana kebetulan bermanfaat bagi orang lain bukanlah sesuatu yang sia-sia, tak peduli orang mengingat atau tidak mengingat apa yang kita lakukan.
Apakah sedulur setuju pendapat saya?

suryaden
29/01/2011
ya
agung
29/01/2011
Setuju
berbuat baik itu tidaklah penting dapat atau tidak balasan/keuntungannya. Yang penting ikhlas, mungkin nanti amal kita akan dibalas Tuhan, dengan sesuatu yang lebih indah. Hidup bukanlah untuk menerima sebanyak-banyaknya, tetapi untuk memberi sebanyak-banyaknya.
Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah
genthokelir
29/01/2011
leres banget
~MHC~
29/01/2011
manut… asal Okky Jelly Drink werno pink….
mattwahyu
30/01/2011
bener mas, sangat sengtuju
agung
30/01/2011
setuju mas, hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya
andinoeg
30/01/2011
SETUJU!!!
cici silent
30/01/2011
Perubahan memang selalu menghasilkan, dengan dua sisi mata uang yang muncul bergantian.
ndaroini
30/01/2011
ndaroini akor
rofik dawami
30/01/2011
TIDAK SETUJU untuk yang berkata TIDAK…
Danu Akbar
30/01/2011
saya sangat sangat sangat sependapat.
tidak penting orang tau bagaimana prosesnya lingkungan itu menjadi asri.
Tapi yang lebih penting adalah orang bisa menikmati hasil perjuangan kita.
riFFrizz
30/01/2011
Se7 mawon kula
pututik
30/01/2011
alhamdulillah saya masih setuju mas
Pojok Pradna
31/01/2011
setuju
Kimdumps
31/01/2011
Aq cukup setuju, tapi tidak sepenuhnya setuju.. ^_0
nia/mama ina
31/01/2011
setuju banget…..berbuatlah sesuatu yg baik tanpa ingin dipuji oleh orang lain, karena hanya mengharap ridho dan pahala dr ALLAH SWT.
Guntur
31/01/2011
saya setuju gan,apa lagi waktu itu sempet ngeliat trit di kaskus tentang parah nya hutan di kalimantan,.sedih ane gan ngeliatnya,.dengan menanam berarti kita peduli sama kehidupan calon cucu kita nanti
bener ga?bener kan ya,.
hehehe
kangtatang
01/02/2011
udah lama gak maen ketempat Mas andy nich
he.. he..
apa kabar Mas?
saya suka POstingan yang ini..
sebuah Idealisme yang mulia dan luhur….
seperti yang diajarkan oleh leluhur kita dahulu
iwan
01/02/2011
setuju pak, tak dipungkiri juga kadang butuh pengakuan
iLLa
01/02/2011
mungkin sepintas memang ia tak dapat apapun, tapi sebenarnya mendapat sesuatu yg sangat banyak, Insya Allah pahala yg terus menerus, kerna melakukan kebaikan yg juga terus menerus.. berkelanjutan.
Andy MSE
01/02/2011
mohon maaf, nama anda saya edit karena kalau menggunakan flower advisor dianggap SPAM…
Sriyono ST
01/02/2011
mencoba untuk setuju,
Katanya,
Semesta itu maha luas,
Jika perbuatan baik kita mungkin tak dihargai di tempat kita berada,
Semesta akan membalas kebaikan yang kita tanam,
semakin lama tertunda,
semakin banyak bunga berjalannya,
sibair
01/02/2011
klo saya si apa yg saya lakukan saya merasa menebar benih pak.. entah kapan, suatu saat nanti saya bisa mengambil buahnya
ciwir
01/02/2011
ya…
sing penting tansah migunani marang wong liya…
(LOL)
guntur
01/02/2011
hehehe iya deh gan,ane lagi nyari backlink,.
maap ya
Andy MSE
01/02/2011
URL-nya boleh apa saja asal nggak nyepam banget… tapi namanya pakai nama manusia dong! hehe…
Andika
01/02/2011
Jadi inget, kalau ada batu di tengah jalan yang walaupun kecil bisa berpotensi mengganggu pengendara yang lewat, kita mengambil dan meletakkannya di luar jalan, itupun sudah merupakan menanam kebaikan.
Bu Cen
02/02/2011
Teringat waktu aktif dikegiatan pelajar… Ada teman yang mengungkapkan.. ” Ikhlas bukan berarti tidak mendapat apa2… ketika mendapat sesuatu bukan berarti tidak ikhlas” Intinya… Apapun yang kita lakukan baiknya mengharap Ridho Allah… Kalaupun daat yang lainnya hanyalah imbas dari apa yang kita lakukan..
Lek Narto
04/02/2011
Hemmm…Betul, seperti pohon mangga yang kita nikmati sekarang, kakek nenek kita yang menanam, kita yang menikmati. Maka kita pun juga harus berbuat demikian, kalo tidak ingin cucu kita kehilangan satu “buah” di kehidupan mendatang…
andri
05/02/2011
Podo karo nasip’e isp pada umumnya, nek apik do biasa wae, tapi nek pas lambat di caci maki di asok-asok’ke (lmao)
eko
08/02/2011
yang baik dapat baik , yang jelek dapat jlek
D
adiratna
08/02/2011
wah..ga ada ruginya menanam kebaikan
lady
08/02/2011
betul pak, tidak penting penilaian manusia, krn penialaian manusia tidak murni. penilaian Allah lebih penting dan paling jujur. yg lbh penting adalah niat dalam hati kita untuk berbuat baik dan bermanfaat dengan ikhlas, tidak berharap riya’(ingin dipuji).
Penulis Cemen
09/02/2011
Hmmm setiap perbuatan yang kita lakukan sebenarnya adalah menanam benih. Jika yang kita tanam baik, maka kebaikan yang akan kita tuai. Jika yang kita tanam itu keburukan, maka kita harus bersiap menerima resikonya