Perempuan yang Mempesona

Posted on 03/02/2008

15


Baru-baru ini aku bertemu dengan seorang perempuan dalam sebuah forum diskusi. Postur tubuhnya gemuk, tidak begitu cantik… tapi sangat cerdas dan membuatku sangat terpesona.
Sebetulnya aku sudah kenal cukup lama dengan dia. Pertemuan pertama dengannya kira-kira dimulai pada tahun 2001 ketika aku bergabung dengan Pattiro, sebuah NGO besar dengan jaringan luas di berbagai kota di Indonesia.
Dalam akhir diskusi, aku teringat tulisanku yang selama ini tidak dipublikasikan. Ada dua tulisan penting -setidaknya menurutku penting, dan setidaknya penting bagi diriku sendiri.

Tulisan pertama tentang angan-anganku akan sebuah sistem ekonomi global yang tanpa bunga. Ditulis sejak tahun 1993 ketika masih bersekolah di Fakultas Ekonomi. Sampai sekarang tulisan itu sudah mencapai hampir 200 halaman kuarto dalam format satu spasi dengan ukuran huruf 12, ditambah berbagai macam grafik dan matrik. Media penyimpanannya berpindah-pindah dari kertas, disket, harddisk, CD, dan flaskdisk. Setiap ada kesempatan, setiap ada lintasan ide di pikiran, tulisan itu mengalami perbaikan. Semakin matang, dan semakin pesimis, dan semakin utopis. Inspirasi tulisan itu muncul ketika aku mempelajari sistem ekonomi sosialis, bercampur-baur dengan filsafat ekonomi, psikologi, sistem ekonomi Islam, dan bertambah pesona ketika aku mulai membaca Harry Potter.
Kacau kan???

Kenapa Harry Potter???

Karena aku pun terpesona oleh J.K. Rowling, sang penutur cerita yang menciptakan dunia lain dengan utuh, terperinci, dan seolah nyata. Mungkin seperti itulah yang akan terjadi dengan angan-angan dalam tulisanku.

Tulisan kedua mengenai pemasaran. Judulnya “Sang Pemasar”. Tulisan ini lebih tebal karena isinya berbagai macam cerita, sekarang sudah hampir 300 halaman kuarto dalam format satu spasi dengan ukuran huruf 12, beserta berbagai gambar. Aku mulai menulisnya pada tahun 1996 ketika frustasi karena aku selama beberapa tahun sebelumnya tidak pernah berhasil bekerja di sektor pemasaran. Aku merasa sangat memahami manajemen, sudah mendarah daging, tapi tidak pernah berhasil berperan sebagai “sang pemasar”. Teorinya sundul langit tapi prakteknya nul puthul. Sampai sekarang pun masih tetap tidak pernah berhasil. Tulisan itu berisi tentang pengalamanku menjadi pemasar dan penjual, pengalaman bertemu dengan berbagai macam sales dari yang punya malu sampai sales tak tahu malu, agen asuransi, pengusaha warung pinggir jalan, PKL, bos-bos berbagai perusahaan besar dan kecil, bahkan sampai ke pengalaman bertemu dengan misionaris, dan lain-lain. Dalam tulisan itu aku juga bercerita tentang pengalamanku memberikan konsultasi kepada orang lain yang anehnya sukses menjadi pemasar…
Nah…

Perempuan gemuk, tidak cantik, tapi membuatku terpesona itu hari ini aku masukkan ke dalam tulisan yang kedua ini. Aku menulis tentangnya selama satu hari penuh, meraba, merasa, menganalisa, dan akhirnya hanya tiga halaman yang bisa kubuat.
Sebetulnya sebelum dia ada juga seorang lelaki, –juga gemuk, sangat cerdas tapi bicaranya gagap– yang masuk dalam tulisanku. Tentunya, masuk dalam tulisanku tidak membuat kebanggaan apapun, meremehkan mungkin saja. Tapi aku bangga menulis tentang mereka berdua. Dan… maaf… Lelaki gemuk itu –karena dia lelaki– terpaksa tidak aku ungkapkan dalam blog ini.

Mohon maaf juga bila aku memasukkan dalam “Sang Pemasar”, walaupun dengan keyakinan 1000% mereka berdua mempunyai kapasitas yang jauh lebih dari sekedar pemasar. Aku hanya mencoba melihat dari sisi yang berbeda.
Tahukah anda siapa perempuan mempesona itu??? Namanya DINI MENTARI, yah… Dini Mentari, atau dini mentari atau dinimentari… Kalau anda ingin menyapanya, silahkan kontak via messenger ke id dmentari (yahoo)… Aku pastikan, anda juga akan terpesona…

Posted in: Fren