Satu Dunia = One World

Posted on 06/03/2008


Disclaimer:
SatuDunia adalah media berbagi informasi dan pengetahuan untuk organisasi masyarakat sipil dan publik di Indonesia. Karena menjadi forum untuk bertukar informasi, sebagian besar artikel di SatuDunia berasal dari mitra, organisasi masyarakat sipil atau individu yang ingin berbagi informasi ke yang lain. SatuDunia tidak bertanggung jawab pada artikel yang diambil dari website atau dituliskan oleh sumber lain (bagian terakhir dari http://satudunia.oneworld.net/article/view/144597/)…

Saya tidak akan bercerita tentang SatuDunia, karena bila anda ingin tahu lebih lanjut tentang SatuDunia akan lebih afdhol bila langsung menuju ke link di atas.
Dorongan hati yang sangat menggelitik minat saya untuk bercerita berawal dari kejadian 2 hari terakhir (04-05/03/2008), walaupun ini cerita tentang saya sendiri tapi ada senggolan menarik (dan sedikit mesra) dengan SatuDunia. Begini ceritanya;


04/03/08, malam hari ketika saya masih ngantor -sendirian- karena sedang mood untuk menyelesaikan beberapa kerjaan yang belum selesai, telepon kantor 622717651970 berdering. Agak aneh juga karena biasanya dering telepon kantor hanya di siang hari jam kerja.
Agak enggan saya mengangkat telepon, dan di seberang (6221xxxxxxx -aku lupa-)terdengar suara merdu seorang wanita. Beliau mengenalkan diri bernama Dini. Terlintas di benakku, Dini yang kukenal bukan seperti ini suaranya… Untung selanjutnya beliau melanjutkan perkenalan bahwa beliau dari SatuDunia…
Oh…
Dini yang kukenal pernah juga mesra dengan SatuDunia, ternyata ada Dini lain, hehehe…

Singkat kata, setelah aku juga mengenalkan diri, beliau bercerita bahwa ada crew SatuDunia yang sedang berada di Solo. “Di tempat Gesang”, begitu menurut beliau.
–Mendengar kata “GESANG” ingatanku langsung menuju ke mbah Gesang pencipta lagu Bengawan Solo, saya pernah berkunjung di rumahnya di Kampung Kemlayan, Solo. Belakangan baru tahu bahwa yang dimaksud adalah Yayasan Gessang (Gerakan Sosial, Advokasi dan Hak Asasi Manusia untuk Gay), sebuah LSM Peduli HIV/AIDS di Jawa Tengah, yang kebetulan markas besarnya di kota Solo, kota tempat tinggal mbah Gesang pencipta lagu Bengawan Solo itu.–
Karena Pattiro Surakarta tempat saya bergiat adalah mitra SatuDunia, beliau mbak Dini (dari situs SatuDunia barangkali beliau ini adalah Rr. Siswandhini) yang telepon malam-malam itu memberitahukan bahwa besok 05/03 malam, crew SatuDunia akan menyambangi Pattiro Surakarta. Walaupun di Pattiro saya hanya di bagian dapur dan tidak banyak memahami urusan substansi program di Pattiro Surakarta, tapi selentingan informasi tentang SatuDunia pernah juga mampir di telinga. Tentu saja saya menyambut dengan “very enthusiastic”. Setelah memberikan nomor teleponku, juga nomor telepon Setyo, rekan pegiat Pattiro Surakarta yang paham substansi program, pembicaraan telepon kami berakhir.
Esoknya, 05/03/08, saya segera memberitahukan informasi per telepon itu kepada semua rekan di Pattiro Surakarta. Intinya, semua siap menyambut tamu agung itu, bahkan mbak Nur -office manager- secara khusus memesankan beberapa kotak snack di Roti Kecil via YM -ke id rk_jongke. Hmm… Canggih juga ya? Cuma jualan penganan aja bisa pesan online…
Malam harinya, walaupun cuaca kurang bersahabat karena hujan yang turun dengan setengah hati, tamu kami akhirnya datang juga. Ternyata hanya 2 (dua) orang saja. Menurut tamu kami, sebetulnya ada 3 (tiga) personil dari SatuDunia yang datang ke Solo, tapi karena yang seorang klenger entah karena apa, hanya dua yang hadir di kantor kami. Tamu kami itu cowok semua, ganteng-ganteng, yang seorang berambut gondrong dan berjanggut ala Ahmad Dhani mengenalkan diri bernama Away (dari situs SatuDunia saya tahu namanya Anwari Natari). Hmmm… anwari panggilannya away, jadi ingat adik-ku yang bernama alvis panggilannya always… Tamu kami yang seorang lagi lebih ganteng tapi aku lupa namanya. Maaf mas!…

Setelah ngobrol basa-basi antara mas Away dan rekannya yang ganteng yang saya lupa namanya, dengan kami, Setyo, Joko, Latri, dan saya sendiri, akhirnya pembicaraan terfokus pada kegiatan SatuDunia dan mitra-mitranya. Penuturan tentang kegiatan Pattiro Surakarta menjadi sangat pas ketika disampaikan oleh Setyo, rekan saya di Pattiro Surakarta. Pembicaraan lain yang sangat menarik adalah bagaimana SatuDunia membantu mitra-mitranya dalam berbagi informasi dan pengetahuan baik secara nasional atau global dengan menggunakan/memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Lagi-lagi saya tidak akan bercerita secara detail karena terlalu banyak dan serunya pembicaraan kami. Sebetulnya ada rekamannya, mungkin kalau nanti saya bisa mendapatkan rekaman itu dari rekan mas Away yang ganteng itu, transkripnya akan saya tambahkan di blog ini. Ada beberapa perasaan yang bercampur-aduk, di satu sisi timbul keinginan-keinginan dan semangat, yang termotivasi oleh pembicaraan sang tetamu dari SatuDunia. Di sisi lain malu karena lembaga besar sekelas Pattiro belum mampu mengelola website-nya sendiri dengan baik. Bahkan Pattiro Surakarta yang pernah mempunyai “dot org” sendiri terpaksa menghentikan sewa tempatnya karena tidak ada pegiat yang sempat meng-update-nya secara berkala. Ironisnya, itu terjadi di saat Pattiro Surakarta sedang melakukan banyak kegiatan yang sebetulnya sangat pantas dan bermanfaat bila ditayangkan di “dot org” itu. Anehnya, beberapa pegiat Pattiro Surakarta justru masih sempat meng-update blog, multiply, dan friendster-nya masing-masing. Energinya ada, tapi pelampiasannya masih sangat narsis (saya sendiri juga seperti itu).
Di akhir pembicaraan, menjelang para tetamu berpamitan, saya masih sempat mengungkapkan kata-kata pamungkas.
“Jadi, sebetulnya kita bisa mengalihkan energi untuk nge-blog ke nge-website!” maksudnya, mengalihkan semangat pamer diri menjadi semangat berbagi… (blog sama website itu kan podho wae to???)
Mas Away menanggapi dengan serius, “Itu yang saya maksud”…
Ha ha ha…

Nah…

Kira-kira bisakah terjadi pengalihan energi itu??? Saya akan berusaha…

Update: SatuDunia sekarang pindah alamat ke http://satudunia.net.

Posted in: Cangkrukan