Akhirnya Datang Juga (Banjir)

Posted on 02/04/2008

1


Hanya lewat sehari setelah aku “cuap-cuap” tentang lubang resapan biopori di blog-ku, sore yang cerah tiba-tiba berubah menjadi hujan deras. Aku tenang-tenang saja. Sudah biasa hujan seperti itu. Paling-paling hanya Diki dan Nanin anak-ku yang takut mendengar suara deru angin yang menggoyang kabel-kabel di atas tower SUTT di belakang rumah.
Tak dinyana, di kampung sebelah ada beberapa perbaikan saluran yang masih dalam pengerjaan. Air yang biasanya lancar mengalir, “mbludak” masuk ke kampungku. Akhirnya sekampung ikut merasakan juga banjir kota Solo… hehehe… Cilakanya, belakang rumah tempat berdiri tower SUTT itu “dikepung” rumah warga dan tak ada drainasenya. Ketika di rumah-rumah warga yang lain banjir sudah surut, di lahan tempat kaki tower menancap perlu waktu sehari semalam untuk surut. Aciaaannn…


Ini gambarnya:


Di kompleks SUTT itu aku pernah membuat lubang resapan biopori. Jumlahnya kira-kira 40 lubang, tapi tak kuasa meresapkan air banjir dengan cepat… Lha wong banyune uakeh bzanget kok!…

Posted in: Cangkrukan