masjid atta'awun

Posted on 21/05/2008

7


Adzan Maghrib sudah dikumandangkan ketika aku turun dari mobil angkutan kuning cerah. Bergegas aku memasuki areal masjid dan bersegera berwudlu. Tetapi, antrian jamaah yang berjubal-jubal di tempat wudlu tak kuasa menahan sang muadzin untuk segera mengumandangkan iqamat. Aku terlambat berjamaah Maghrib. Imam baru saja menyelesaikan Al Fatihah, dan ketika para jamaah menyambut dengan seruan “Amiiinn” yang panjang dan menggema, aku baru mengangkat tangan untuk “takbiratul ikhram”. Beruntung, sang imam mengumandangkan surat favorit-ku… “Al Bayyinah”. Suara imam yang merdu membuatku bertambah khusyuk menunaikan shalat Magrib.

Maaf karena tidak bawa kamera, gambarnya kurang bagus, ini diambil dengan webcam yang terpasang di axioo tvs. Bila ingin gambar yang lebih bagus silahkan cari di www.attawun.org atau www.puncakview.com, atau masih banyak lagi, hehehe…

Usai shalat Maghrib aku menuju ke pelataran masjid. Berkumpul dengan banyak orang yang menikmati suasana. Sekilas bisa terlihat bahwa orang-orang yang berjamaah di masjid Atta’awun terdiri dari berbagai macam latar belakang. Maklum, masjid ini terletak di pinggir jalan di kawasan Puncak, sehingga menjadi tempat mampir orang-orang yang akan menunaikan kewajiban shalat.

Saking ramainya, masjid Atta’awun seakan menjadi tempat wisata baru. Pemandangan yang elok di sekelilingnya menjadikan orang-orang yang singgah betah berlama-lama. Di sebelah masjid tersedia kafe yang terletak di tempat tinggi, sehingga pengunjung bisa melihat-lihat indahnya panorama. Di tempat parkiran di bagian bawah juga sangat ramai orang berjualan mulai dari jagung bakar, aneka makanan, sampai aneka souvenir.

Sayangnya, ketika adzan Isya dikumandangkan ternyata tidak semua tergugah untuk menunaikan shalat. Lebih banyak yang sibuk mengurusi jualannya, dan masih banyak juga yang sekedar duduk-duduk di pelataran masjid. Dalam hati aku mengambil kesimpulan sendiri, sebagai tempat wisata masjid Atta’awun sangat menarik, sebagai tempat ibadah masih kurang Islam. Jangan-jangan itu karena pengunjungnya bukan masjidnya. Bisa jadi begitu!…

Posted in: Plesiran