Laptop Gado-gado

Posted on 09/08/2008

16


Sebetulnya acara di Kaliurang, Yogyakarta belum selesai, akan tetapi karena ada suatu keperluan saya kembali ke Solo sebelum acara usai.

Sore ini 09/08 saya ketamuan teman dari Semarang. Kebetulan minggu lalu pada saat terakhir ketemu, dia meminjam CD Ubuntu yang saya terima dari Ubuntu.Com untuk Internet for Kids. Dia, -teman saya- yang sehari-hari menggunakan Windows (bajakan) di laptop Axioo NL 658-nya rupanya tertarik untuk menggunakan Ubuntu. Saya yang senang karena ada yang “sadar HAKI” langsung saja meminjamkan CD itu (dan beberapa CD Linux lainnya) dengan syarat; copy sendiri, aslinya jangan sampai rusak dan harus dikembalikan. Sempat juga saya beri selembar stiker Ubuntu yang saya terima bareng paketan CD itu.

Dia, -teman saya- itu datang-datang langsung ngelampar di lantai ruang tamu di rumahku dan buka laptop.

Aku yang melihat ada tempelan stiker Ubuntu seneng juga, tak tahunya dia malah mengeluh:

“Wah… Saya tidak berhasil install Ubuntu!”

Waduh… iseng saya bertanya:

“Trus gimana akhirnya?”

Dia, -teman saya- mengangsurkan laptopnya dan segera aku lihat isi di dalamnya. Ternyata sudah terinstall Windows (masih bajakan) berdampingan dengan Mandriva 2008 Powerpack.

“Yeach… keren juga tuh. Kalau kamu enjoy pake Mandriva ya pakai saja. Kan nggak harus Ubuntu! Yang penting semua keperluanmu sudah tercukupi, yang lebih penting lagi…. HALAL… hehehe…”

Sebetulnya -dalam hati- aku terkejut juga, soalnya semua fitur yang tersedia di Axioo NL 658 itu sudah jalan semua di Mandriva. Hal ini aku sendiri belum pernah berhasil, selalu ada yang ketinggalan, yang paling sering mogok adalah webcam-nya. Sambil senyum sendiri melihat laptop gado-gado itu (stiker ubuntu, OS mandriva dan windows) aku berkata, “Selamat deh!…” *diam-diam

Tiba-tiba aku teringat Riyogarta yang -katanya- pakai Ubuntu di Axioo NL 658i.