Zikir Menyembuhkan Kankerku

Posted on 11/10/2008

39


Eeits…. ini bukan cerita tentang saya kena kanker… Saya selalu berdoa semoga tidak pernah terkena penyakit yang berat, yang membutuhkan uang banyak untuk berobat. Itu karena secara finansial, saya termasuk kurang mampu, jujurnya miskin, gitu aja lah… Padahal ORANG MISKIN TIDAK BOLEH SAKIT.

Lho kok??? Emang sakit bisa milih kaya atau miskin ya?

Ya enggak sih! Tapi, berhubung jaman sekarang biaya pengobatan mahal, biaya Rumah Sakit mahal, biaya dokter mahal, sedangkan perhatian pemerintah untuk memenuhi hak-hak EKOSOB (*halah*) rakyatnya masih kurang. Artinya, kalau orang miskin sakit ya silahkan langsung nas-dut saja!… Jangan iri sama pejabat dan konglomerat yang kena pilek sedikit langsung berobat ke Singapura.

Tenang… tenang… Bagaimanapun juga, saya masih selalu merasa kaya, dan selalu menerima dengan penuh syukur apapun yang saya terima dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Saya bangga dengan keluarga saya yang baik, anak-anak yang sehat dan berprestasi, juga bangga dengan diri saya sendiri. itu semua adalah karunia yang tak ternilai harganya.

Kembali ke Zikir Menyembuhkan Kankerku… Ini masih dalam rangka menemani kakak saya yang terkena parkinson. Berawal dari beberapa waktu lalu ketika adik saya yang tinggal di Semarang mendapat hadiah 2 (dua) buah buku dari wali murid (adik saya seorang guru). Buku pertama berjudul “Zikir Menyembuhkan Kankerku”, buku kedua berjudul “Terapi Hati dalam Seni Menata Hati”, dua-duanya ditulis oleh Prof. Dr. H.M. Amin Syukur, M.A. Guru Besar di Fakultas Ushuludin, IAIN Walisongo Semarang (saya pernah sekolah di situ lho).

Pengalaman yang disampaikan beliau Bapak Amin Syukur dalam “Zikir Menyembuhkan Kankerku” sungguh luar biasa. Ini yang mendorong kakak saya untuk belajar “menata hati” pada beliau Bapak Amin Syukur. Setelah beberapa kali melakukan hubungan telepon untuk menyesuaikan dengan jadwal beliau, sore hari tanggal 6 Oktober yang baru lalu, kami berombongan berkunjung sekaligus “ngaturaken Sugeng Riyadi” ke rumah Bapak Amin Syukur di Perumahan BPI Blok S No. 18, Ngaliyan, Semarang.

*Barangkali ada yang tertarik untuk membaca buku-buku dari Bapak Amin Syukur, juga belajar tasawuf dan menata hati, selain di alamat di atas bapak Amin Syukur juga bisa dihubungi melalui aminsyukur[at]yahoo[dot]co[dot]id.

Banyak hal kami pelajari dari pengalaman Bapak Amin Syukur yang sebelas tahun lalu menderita KANKER OTAK, itu terjadi setelah tiga tahun sebelumnya terkena KANKER NASOFARING. Tentunya, bagi diri pribadi dan keluarga Bapak Amin Syukur, pada waktu itu sangat sulit untuk menerima kenyataan. Alhamdulillah Allah masih memberi karunia berupa kesembuhan. Dan walaupun kakak saya belum sembuh juga  setelah selama tiga tahun ini menderita parkinson, kami tetap yakin bahwa tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan (kecuali penyakit tua). Itu betul-betul kami yakini sesuai dengan agama kami. Dengan pedoman itu, segala usaha dan doa terus kami lakukan dengan semangat…

Selepas sholat Maghrib di Masjid di dekat rumah bapak Amin Syukur dimana beliau menjadi imam, kami berpamitan pulang.

Terimakasih kami sampaikan kepada Bapak Amin Syukur dan keluarga atas segala keikhlasan, keterbukaan dan pencerahan. Kepada pengunjung blog ini, mohon doanya juga ya!

Posted in: Fam