Serabi Solo

Posted on 25/10/2008

47


Penggemar wisata kuliner, apalagi yang pernah berkunjung ke Kota Solo pasti sudah kenal dengan Serabi Solo. Yang paling terkenal adalah Serabi Notosuman. Saking terkenalnya, banyak sekali penjual serabi yang bertebaran di seantero Kota Solo berkiblat pada model Serabi Notosuman. Kali ini saya melihat model lain yang tak kalah menarik, yaitu Serabi Jayengan (–Jayengan adalah nama sebuah kampung yang berdekatan dengan kampung Notosuman–).

Apa keistimewaan serabi-serabi dari Kota Solo yang sedang menggelar WHCCE -World Heritage Cities Conference and Expo- 25-28/10/2008, yang diikuti 433 peserta yang merupakan delegasi 156 kota dari 32 negara itu???

Menurut Jokowi, sebutan gaul Walikota Solo, Joko Widodo, WHCCE adalah bagian dari program jangka panjang untuk pencitraan Kota Solo. Diharapkan, dengan kegiatan ini, posisi Solo sebagai Kota Budaya semakin kukuh.

Menurut saya…. SEPAKAT… agar nantinya Solo tidak lagi di-cap Kota Pelesiran atau Kota Panas. Agar Solo semakin berseri…

Walaupun saya bukan termasuk peserta ataupun penggembira WHCCE, namun, sebagai warga Solo saya berkeinginan untuk ikut mempromosikan sesuatu tentang Solo, pilihan saya ya serabi ini… enak sih!… meminjam istilah Bondan, pokoke maknyus…

Nah… ini gambaran tentang serabi-serabi di Solo…

Serabi Solo yang berkiblat pada model Notosuman bentuknya melebar pada bagian pinggir, bila disantap saat masih hangat, bagian pinggirnya terasa crispy. Bagian tengah yaitu inti serabinya gurih dan lembut. Gurihnya karena guyuran sesendok santan kelapa pada waktu memasak serabi, bisa juga ditambah aneka rasa dengan menambahkan coklat, aneka buah, keju, dan lain-lain. Tentu saja tidak ada rasa “formalin” atau rasa “melamin”, hehehe…

Serabi Jayengan yang kali ini menjadi fokus tulisan saya sebetulnya belum banyak dikenal. Dapat dikatakan, secara rasa dan kualitas tidak kalah dengan Serabi Notosuman, bahkan ada rasa khas yang lain. Serabi Jayengan ini adalah hasil inovasi mas Ipung (Poenk) dan istrinya mbak Herly, yang tinggal di Jayengan Kidul, Kota Solo. Dengan harga terjangkau, hanya Rp. 1.500 per buah, dan rasa yang gurih, lembut di lidah, Serabi Jayengan yang khas karena tidak ada bagian melebar dan crispy sebagaimana Serabi Notosuman ini -menurut saya- layak untuk menjadi bagian dari kekhasan wisata kuliner di Kota Solo.

Tertarik??? Bila anda sedang berkunjung ke Kota Solo, silahkan hubungi mas Ipoeng/mbak Herly di +6285 959 599 720 atau +62271 644 897… Bisa juga berkunjung langsung ke Jayengan Kidul, di dekat Masjid Darusalam 1910-1965.


Posted in: Plesiran