Goa Kiskendo

Posted on 06/11/2008

35


Saya tidak tahu, ada berapa jumlah Goa Kiskendo di dunia ini. Setahu saya di Kulonprogo, di perbukitan Menoreh ada Goa Kiskendo –disebutkan di website (yang selalu telat apdet) Badan Pariwisata Daerah, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta— . Selain itu, di Kendal juga ada Goa Kiskendo. Entah dimana lagi, mungkin saja di India juga ada Goa Kiskendo, hehehe…

Menyimak cerita-cerita di balik gua itu, baik di Kulonprogo maupun di Kendal, sama saja alias sami mawon. Sama-sama berlatar belakang cerita pewayangan, “Pertarungan Subali melawan Lembusuro dan Mahesosuro”. Saya tidak percaya itu, namun mengunjungi keindahan Goa Kiskendo di Desa Trayu, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, tetap saja menarik. Sayangnya, referensi mengenai Goa Kiskendo di internet termasuk sangat sedikit. Di Wikipedia, tulisan yang ada juga masih sebatas rintisan. Menurut saya, ini merupakan tantangan bagi para blogger di Kabupaten Kendal, juga bagi Dinas Pariwisata setempat untuk memperbaharui informasi yang bermanfaat untuk kemajuan pariwisata di Kabupaten Kendal.

Menurut saya lagi, secara geologis juga perlu dikaji lebih mendalam sehubungan dengan keunikan lanskap di seputar Goa Kiskendo. Sepintas terlihat bahwa Goa Kiskendo terbentuk karena sungai Glagah yang mengalir di antara dua bukit *jangan ngeres*, dan mengikis bebatuan selama beratus atau berjuta tahun *halah sok pinter*. Hasil pengikisan itu membentuk gua terbuka yang besar dimana di tengahnya mengalir sungai Glagah itu. Di tebing di kanan-kirinya terdapat beberapa gua-gua kecil seperti Goa Lawang, Goa Pertapaan, Goa Tulangan, Goa Kempul dan Goa Kampret. Sedangkan ceruk atau lubuk atau kedung sungai Glagah yang terletak di gua besar itu disebut Kedung Jagan. Di dalam gua-gua kecil di Goa Kiskendo terlihat jelas adanya stalaktit dan stalakmit yang terbentuk karena tetesan air.

Berikut foto-foto yang saya ambil sepulang dari Kendal, sehabis kopdar dengan pak Sawali.

Posted in: Plesiran