Latri dan Laptop Separo

Posted on 19/11/2008

82


Tanggal 23 Oktober 2008, suatu sore yang cerah dan riang gembira di kantor, tiba-tiba dipecahkan oleh dering telepon membawa kabar buruk… Sulatri, akrab dipanggil Latri -pegiat Pattiro Surakarta– mengalami kecelakaan…

Sudah sejak beberapa bulan sebelumnya, Latri sering mengalami kejang dan pingsan. Sudah pula diperiksakan ke yang berkompeten (dokter spesialis syaraf), dan Latri harus minum obat setiap hari. Walaupun begitu, beberapa kali Latri masih mengalami kejang atau pingsan juga. Itu karena Latri yang sangat bersemangat untuk melakukan aktifitas apa saja, dan seringkali lupa bahwa kondisi fisiknya dalam keterbatasan.

Naas, pada sore itu Latri, dalam perjalanan pulang naik sepedamotor, dan hampir sampai di rumahnya, tiba-tiba (diduga) mengalami kejang atau pingsan. Sontak, sepedamotor yang dikendarainya melaju tak terkendali menabrak Pos Ronda di ujung kampungnya, hanya limabelas meter dari rumahnya, menyisakan lubang menganga di dinding Pos Ronda, dan lincak (kursi terbuat dari bambu) yang hancur berantakan.

Delapan gigi tanggal, tulang rahang retak, tulang hidung hancur, tulang lengan kiri patah, dan otak mengalami pergeseran sehingga harus dioperasi. Sampai saat ini, Latri masih tergolek di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, dan telah mengalami beberapa kali operasi (terakhir hari ini 19/11/2008) yaitu; operasi otak (dua kali -direncanakan masih ditambah satu operasi lagi dalam 6 bulan ke depan), operasi tulang lengan, operasi tulang hidung, dan operasi tulang rahang (tiga kali).

Menyesal sekali, Latri adalah pegiat yang baru mulai dalam suatu program yang belum ada penyertaan asuransi kesehatan. Tentu saja biaya-biaya rumah sakit yang sangat besar akan menjadi beban yang cukup berat bagi keluarganya. Bantuan yang dikumpulkan dari pegiat Pattiro Raya, tetap saja tidak bisa memenuhi seluruh biaya-biaya rumah sakit yang telah mencapai lebih dari Rp 30.000.000. Semoga Latri dan keluarga selalu dalam kesabaran dan keikhlasan menghadapi musibah itu. Pelajaran berharga pula bagi kami secara kelembagaan untuk mengusahakan agar dapat menyertakan setiap pegiatnya dalam asuransi kesehatan, walaupun secara programatik tidak ada penyertaan asuransi.

Tugas-tugas program dan kelembagaan yang tadinya menjadi tanggungjawab Latri, segera diambil alih oleh pegiat lain. Demikian juga laptop inventaris yang tadinya digunakan Latri untuk memperlancar kegiatannya. Namun, sayang sekali, si laptop juga mengalami patah tulang di sana-sini. Layar LCd-nya pecah, graphic adapter, sound controller, wireless network adapter, dan DVD-ROM-nya mengalami kerusakan. Penggantian beberapa peralatan itu bisa jadi melebihi harga laptopnya. mau dibuang begitu saja kok sayang sekali alias eman-eman. Akhirnya, si laptop pun dioperasi menjadi seperti ini:

LCD monitor dicopot, demikian pula DVD-ROM-nya (harga komponen itu lebih mahal dari harga jual laptop bila dalam kondisi baik). Graphic Adapter, Wireless Network Adapter, dan Sound Controller berhasil diperbaiki, ada beberapa bagian di PCB (printed circuit board) yang pecah, untungnya tidak di bagian tengah yang multilayer, sehingga bisa disambung lagi dengan cukup baik. Antenna wireless dan speaker yang tadinya terletak menjadi satu di layar LCD, dipindahkan ke tempat drive DVD, dan di-lem alteko. Karena layarnya nggak ada, terpaksa disambung dengan monitor gelas biasa.

Jadilah sebuah desknote yang keren… Yang penting masih bisa digunakan tho???… Umph… siapa  sih yang mau pakai laptop seperti itu??? Cah Sholeh tentunya… hehehe…

Tagged: ,