Upgrade Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex

Posted on 10/12/2008

34


Kemarin, -setelah lama sekali tidak sempat berkunjung-, saya tertarik Bunli dan Yahyo yang baru saja install Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex. Iriii sekali… Apalagi akhir-akhir ini saya bermasalah dengan koneksi Sapidy Lemoty yang sungguh menjengkelkan. Ini menjadikan saya tidak bisa men-donlot beberapa keperluan yang berukuran cukup besar.

Malam tadi, saya mencoba donlot melalui transmission bittorent di Ubuntu Hardy yang terpasang di laptop separo yang saya pakai sehari-hari. Iso file sebesar 698MB berhasil saya donlot dengan cukup megap-megap selama hampir 5 jam. Duh… sabaaar… sabar…

Kebetulan saya sedang tidak punya USB Flaskdisk yang nganggur sehingga ISO file tadi saya bakar menjadi sekeping CD. Pulang dari nebeng akses internet di Pattiro Soloraya, tak sabar saya ingin mencicipi Intrepid Ibex. Kebetulan lagi, saya mendapat pinjaman Acer 2423 jadul bermesin  Celeron M 1,5GHz, 40GB, 256MB. dari Pattiro Jakarta. Tak sabar dengan lemotnya lappy pinjaman itu, saya tambah dulu memorynya menjadi 512MB. Data-data yang sudah diselamatkan terlebih dahulu membuat leluasa untuk mengatur partisi. Lumayanlah… Cukup membantu kecepatan installasi Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex.

Tidak butuh waktu lama, instalasi selesai dengan sukses. Sayangnya, saya masih belum mendapatkan akses internet yang cukup untuk menyempurnakan instalasi. Hal-hal sepele belum semuanya dapat dibereskan, apalagi hal yang lebih penting. Yaps… tak apalah, beberapa jam lagi pasti sudah beres.

Yang cukup menyenangkan, mata saya benar-benar nyaman dengan tampilan baru Ubuntu ini. Huruf tampilannya lebih enak dipandang mata. Ini salah satu masalah saya selama menggunakan Linux, dan sebelumnya saya selalu butuh beberapa trik untuk menambah huruf truetype dan type1 imporan dari Windows. OpenOffice 2.4 bawaanya, -sama seperti yang dirasakan Bunli, sepertinya perlu diganti menjadi Oo-3 yang bisa membaca file-file docx dkk yang selama ini sangat menjengkelkan saya sehubungan dengan kompatibilitas. GIMP yang menjadi andalan saya untuk olah gambar berganti versi 2.6 yang lebih indah, namun saya cukup kebingungan dan butuh beberapa waktu untuk menyesuaikan diri, karena toolbox di samping kanan-kiri sekarang tidak ada lagi lagi text file-edit-dlsb. Kebingungan masih berlanjut ketika saya ingin mengambil skrinsut si kambing ini. Untunglah, tak berapa lama sudah ketemu. Saya belum mengeksplorasi lebih jauh, namun saya yakin kurang dari seminggu pasti sudah lancar.

Satu yang cukup menganjal, saya masih belum bisa mengkoneksikan modem bluetooth hape andalan untuk berinternet, karena beberapa komponen drivernya belum ada. Yeach… sore nanti pasti sudah beres dan lappy sudah bisa diajak jalan-jalan. Sepertinya sekalian menggunakan KPPP bawaan KDE akan memudahkan untuk berhubungan intim dengan internet melalui bluetooth modem.

Lega deh… Hari ini, di saat umat Islam masih ada kesempatan menyembelih kambing untuk Qurban, lha kok saya malah pasang gambar kambing Intrepid Ibex yang saya beri nama Kakang Demalung… hua ha ha…

Laptop separo biar menjadi genjiknya saja sementara menunggu waktu luang untuk mengkambingkan diri…