Kecakort

Posted on 23/12/2008

77


Annual Report: Header

Waktu saya masih usia SMP, saya tinggal di Desa Bebengan, Kec. Boja, Kab. Kendal. Waktu itu saya masih junior banget soal berorganisasi, namun kakak-kakak saya sudah menjadi aktivis kampung. Saya masih ingat, waktu itu paguyuban muda-mudi sudah begitu maju dan solid. Mereka membentuk paguyuban dengan nama KECAKORT -kelakuane endah, carane kekancan ora ruwet-. Beberapa nama punggawa Kecakort masih saya ingat -selain Heru dan Aris kakak saya-. Ada mas Yon (Muryono) yang belakangan pernah menjabat sebagai Kepala SMAN Boja, Kendal, trus jadi jagoan di Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, entah sekarang jadi apa lagi… Ada Mas Budi, anaknya pak Kamituwo Bebengan yang rumahnya sering dijadikan markas kegiatan Kecakort. Ada Mas Sonit yang istrinya sampai sekarang masih jadi pegawai di lingkungan Kecamatan Limbangan, Kendal. Ada mas Kisno kakaknya Misno, teman saya seangkatan di SD dan SMP, Ada mas Bambang, Mas Joko, dan mas-mas dan mbak-mbak yang begitu banyak dan guyub yang saya masih kenal tapi lupa namanya. Rata-rata mereka berumur 5-10 tahun lebih tua dari saya.

kecakot

Akhir-akhir ini, nama Kecakort begitu menginspirasi saya untuk menganti nama yang selalu tertulis di header blog saya mulai dari blogspot, wordpress, soloraya, sampai berlabuh di pattiro.net. Saya hanya menghilangkan huruf “R”, sedangkan kepanjangannya masih tetap saya pakai. Kecakot, berasal dari bahasa Jawa yang maknanya tergigit, namun bukan itu yang saya maksud melainkan kepanjangannya yang begitu keren. Kelakuane Endah, Carane Kekancan Ora Ruwet = perilakunya baik, cara dalam berteman tidak ruwet. Tulisan biru putih dari header terdahulu masih menyertai, karena itu adalah penyemangat yang tak kenal usang. Nama Cah Sholeh pun masih mengikuti, karena itu adalah obsesi.

Catatan perubahan: lirikan mata di blogspot, tulisan saja di wordpress, tulisan berikut banner biru di soloraya, tulisan berikut banner biru di pattiro.net, dan sekarang menjadi kecakot. Sepertinya titel Cah Sholeh terlalu berat untuk disandang, mungkin menjadi berkelakuan baik saja lebih realistis untuk dicapai (tentu saja syarat administratifnya harus ada surat kelakuan baik atau SKCK, hehehe).

Tagged:
Posted in: Catatan Sela