Gunung Kelir

Posted on 29/12/2008

17


Annual Report: Plesir Akhir Tahun

Gunung Kelir terletak di sebelah barat-barat_laut Yogyakarta (jarak udara +10km, jarak tempuh +30km), masuk wilayah Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Jateng. Persis di perbatasan wilayah Kabupaten Purworejo Jateng dan Kabupaten Kulonprogo DI Yogyakarta. Disebut Gunung Kelir karena bentuknya berupa patahan dengan tebing terjal di sisi timur-tenggara yang berwarna putih bebatuan kapur, sehingga dari kejauhan mirip dengan kelir atau layar yang dipakai untuk pentas wayang kulit.

Adalah seorang preman kampung yang juga seorang blogger, akrab dipanggil Gentho, (tapi istrinya sendiri sering lupa bahwa beliau adalah Gentho Kelir). Beliau tinggal di puncak paling tinggi di belakang Gunung Kelir. Bila merujuk pada setting layout pagelaran wayang kulit, tempat tinggal beliau berada di sisi palenggahan atau tempat duduk tamu-tamu terhormat yang biasanya menikmati pagelaran dari belakang kelir. Gentho Kelir si preman kampung itu mendapat jatah duduk di deretan paling depan palenggahan. Sisi lain yaitu sisi depan pagelaran wayang kulit, biasa disebut pasamuan, tempat dalang, niyaga, wayang dan segala peralatannya menggelar pentasnya. Kawula alit biasanya ikut-ikutan merubung pagelaran dari bagian depan.

Suatu malam, tiba-tiba saya terbawa hasrat untuk ke Jogja dan selanjutnya ke Gunung Kelir itu. Keluar dari Kota Yogyakarta, melewati kecamatan Godean, Sleman, terus ke arah barat, mendaki melewati jalan berkelok-kelok di perbukitan Menoreh untuk mencapai Gunung Kelir. Sepanjang jalan menuju ke rumah Gentho Kelir, saya disuguhi pemandangan mengasyikkan. Pepohonan yang masih cukup bagus, hutan pinus, dan deretan kaliandra yang rapat dijadikan pagar mewarnai perjalanan. Sering pula saya menjumpai pagar kaliandra itu habis dipangkas. Oh ya… Kaligesing memang sentra budidaya Kambing Etawa dan daun Kaliandra memang salah satu makanan favorit kambing Etawa.

pemandangan ke arah Yogyakarta dari puncak Gunung Kelir

Esoknya, saya menyempatkan diri berjalan menuju puncak GunungKelir, tempat berdiri beberapa tower broadband Link Jawa Selatan. Inilah yang menjadikan GunungKelir banjir bandwidth. Kepada Gentho Kelir si preman kampung, yang bersahaja, sangat terbuka, bersahabat, trampil, dan inovatif itu, saya menyampaikan harapan, semoga saja ada dermawan yang berkenan membantu mendirikan Internet for Kids di depan rumah kang Gentho, atau di beberapa SD yang ada di desa itu.

Hanya satu usul dan kritik saya kepada kang Gentho, mobil sedan gaya roadsport itu diganti saja menjadi bergaya WRC… Pasti lebih nyaman dan sesuai… hua ha ha…

Yaps… sore pun berlalu, rupanya saya terlalu betah mampir sampai-sampai menginap di Gunung Kelir. Terimakasih kepada kang Gentho, dan keluarga yang telah repot menerima tamu tak diundang. Saya selalu ingin datang lagi ke sana…

Posted in: Plesiran