Budi dan Ida (setelah 8 tahun)

Posted on 30/01/2009

41


Hari ini, kebetulan saya sedang ada kegiatan rembug-rembug program Keterbukaan Informasi Publik yang sedang dikerjasamakan antara Sekolah Rakyat dengan Pattiro Gresik. Pagi-pagi tadi 30/01/09 saya sudah siap di Markas Besar Sekolah Rakyat di Limbangan. Sudah menunggu pula Khosi’ah, pegiat Pattiro Gresik yang baru pulang dari Bandung, sekalian mampir untuk rembug-rembug itu. Akhirnya disepakati, rembugan akan dilaksanakan di Kampoeng Jowo Sekatul, sebuah obyek wisata pedesaan di Kec. Limbangan, Kab. Kendal, yang sudah menjadi langganan Sekolah Rakyat bilamana mengadakan berbagai kegiatan.

Baru saja memasuki Kampoeng Jowo Sekatul, melihat-lihat pemandangan, juga ikan lele yang besar sekali, tiba-tiba serombongan orang turun dari area outbond menuju ke pelataran parkir.

Ops.. ternyata di antara mereka ada kawanku semasa kuliah dulu di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.

Seorang bayi kecil tampak digendong oleh Ida, sedangkan Budi, suaminya asyik berjalan bersama. Mereka berdua, suami-istri sama-sama teman kuliah dulu. Setelah 8 (delapan) tahun menikah dan menunggu, akhirnya November 2008 lalu, mereka punya anak juga. Sungguh penantian yang panjang, melelahkan, namun sangat membahagiakan. Saya bisa merasakan,  terharu dan bahagia saat bertemu mereka.

budi dan ida, bertemu andy

Anak mereka, Yusuf, tetap terlelap tak terganggu ributnya pertemuan tak terduga…

Tiba-tiba saya pun teringat Yahyo dan Bunli, mereka sedang menunggu setelah 8 tahun juga…

Tagged: , ,
Posted in: Fren