Melongok Pabrik Tepung Aren

Posted on 31/01/2009

53


Dalam perjalanan akhir minggu ini, saya mampir di Dusun Mluro, Desa Ngabean, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Di desa Ngabean, terutama di Dusun Mluro, banyak terdapat pabrik pengolahan tepung aren. Ops… jangan membayangkan pabriknya adalah pabrik modern, yang saya lihat di sana, pabrik pengolahan tepung aren itu berupa gubuk atau barak terbuka dengan mesin parut besar yang digerakkan mesin diesel.

pabrik pengolahan tepung/pati aren

Bahan baku tepung aren adalah batang aren (Arenga pinnata), yang ditebang setelah berumur kira-kira 15 tahun, sebelum atau pada saat pohon Aren tersebut berbunga untuk pertama kalinya. Pada saat mencapai umur itu, ada tiga pilihan perlakuan pohon Aren, pertama ditebang untuk diambil pati-nya, dipersiapkan untuk disadap niranya, atau dipersiapkan untuk diambil buahnya untuk diolah menjadi buah atep atau kolang-kaling. Perlakuaan itu tentunya melihat kondisi fisik pohon aren, manakah yang lebih potensial, dan manakah yang kira-kira menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

gélang, bukan gelang

Batang aren, biasanya dibawa ke pabrik dalam potongan kira-kira semeter. Menurut bahasa orang desa, potongan batang aren itu disebut gélang. Pengucapannya seperti lagu “gelang sipatu gelang, gelang si rama-rama, mari pulang dst…” bukan seperti gelang perhiasan.Di pabrik, gélang-gélang itu dibelah.

dibelah sehingga cukup untuk dimasukkan ke mesin parut

Dihilangkan kulitnya yang keras, bagian dalamnya yang banyak mengandung sel-sel parenchym penyimpan tepung, kalau perlu, dipotong lebih kecil agar cukup untuk dimasukkan ke dalam mesin pemarut.

kulit yang keras dipisahkan, biasanya dimanfaatkan bahan bakar

Selanjutnya digiling dengan menggunakan mesin pemarut yang digerakkan mesin diesel. Hasilnya adalah parutan batang aren berbentuk seperti serbuk gergaji.

digiling dengan mesin parut besar yang digerakkan mesin diesel

Setelah dipisahkan serabutnya, serbuk batang aren diayak atau disaring sambil diguyur air terus menerus.

keluar dari mesin pemarut, dipisahkan serabutnya

Di dalam bak penampungan itu, yang airnya berwarna coklat karena serbuk batang aren, terdapat endapan tepung atau pati aren.

dicuci, diayak, disaring, untuk memperoleh endapan pati aren

Tepung atau pati aren dikumpulkan dan ditiris dalam karung plastik yang digantung. Setelah melalui proses  penambahan  bahan kimia (kaporit), untuk membersihkan dan memurnikan tepung, serta pengendapan ulang dan pengeringan, diperoleh hasil tepung aren yang bersih berwarna putih terang.

ditiriskan dalam karung yang digantung

Hasil produksi pabrik kini siap dipasarkan. Biasanya dikirim ke kota lain misalnya Semarang, Solo, bahkan sampai ke Ngawi, Jawa Timur. Tepung atau pati aren ini digunakan untuk bahan campuran pembuatan bakso, hunkwee, soun atau bihun, dan aneka makanan lain.

*tentang Aren, silahkan baca-baca di: Wikipedia Indonesia*

Tagged: , ,
Posted in: Plesiran