Cangkrukan Internal

Posted on 03/02/2009

23


Kalau mendengar kata cangkrukan, -identik dengan nongkrong- biasanya langsung kebayang nyangkruk di perempatan, di pinggir jalan, di kafe, hiks, wedangan, dan lain sebagainya. Saya yang sudah sering banget nyangkruk, tentu saja nggak enak hati sama bu Noor, Diki, dan Nanin. Mereka berhak juga mendapatkan kesenangan serupa. Nah… Berhubung malam ini lumayan cerah, tidak terlalu banyak hujan seperti kemaren2, mereka saja ajak cangkrukan internal. Tempatnya di depan rumah, ada tenda kecil yang dipasang, ada televisi, laptop, dan pasti ada hidangan hangat. Beberapa teman Diki dan Nanin juga hadir untuk keperluan saya marahin, soalnya beberapa hari lalu ketika saya tidak di rumah, mereka ramai-ramai bikin grafiti pakai pilox di tembok pagar rumah saya. Hehehe.

nila merah bakar... hhhmmm sedap betul...

Sebelumnya, hidangan disiapkan beramai-ramai. Wedang jahe, nasi hangat, singkong goreng disiapkan oleh Bu Noor, oseng keong, kentang goreng, disiapkan ramai-ramai oleh Diki, Nanin, dan teman-temannya. Saya kebagian menyiapkan Ikan Bakar. Kebetulan Bu Noor siang tadi belanja ikan nila merah yang lumayan besar.

Yeach, saya cukup lega, malam ini bisa kasih banyak petuah kepada anak-anak, di sela-sela mengajak mereka bergembira. Saya yakin, dengan cara ini mereka lebih menerima nasehat daripada dimarah-marahin begitu saja.

Dasar anak-anak, kalau sedang usil seringkali nggak mikir. Tembok dipilox kan susah dibersihin!…

Posted in: Cangkrukan