Saya Berburuk Sangka

Posted on 11/04/2009

34


QuickPress:

Berburuk sangka ya sama sajalah dengan berprasangka buruk.

Ya! itulah yang saya rasakan sekarang…

Beberapa waktu lalu sebelum masa kampanye Pemilu Legislatif, beredar iklan Prabowo, Ketua HKTI. Sekilas, iklan itu hanya mengajak untuk menggerakkan ekonomi, menggunakan produk sendiri, dan sebagainya. Samar-samar terbaca maksud di balik semua itu. Banyak orang menduga-duga, ada apa??? Ternyata Prabowo naik Gerindra.

Di masa kampanye Pemilu Legislatif, menjadi jelas…. Iklan yang semua samar menjadi terbuka berupa ajakan bergabung dalam gerakan baru yang bernama Gerindra. Saya mengakui, iklan itu sangat bagus sekali, jauh lebih bagus dibandingkan iklan tokoh lainnya yang seringkali beda kata dengan ekspresi, bahkan ada pula yang tanpa ekspresi.

Di masa tenang, masih ada iklan juga yang kembali menjadi samar-samar, salah satu contohnya adalah iklannya Megawati yang sudah hilang kata-kata saktinya “nomooooorrrrrrrrrr”.😀

Intinya semua sama. mengajak untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik. Entah itu lisptik semata untuk meraih simpati, atau memang benar-benar dari dalam hati nurani (saya masih berprasangka buruk).

Setelah selesainya pemungutan suara, ternyata masih saja ada iklan-iklan lagi. Bentuknya berbeda. Kali ini iklan dari pemerintah, contohnya iklan UKM dan iklan Sekolah Gratis.

Kembali saya berprasangka buruk. Jangan-jangan iklan ini dimaksudkan untuk meraih simpati masyarakat, menggiring opini bahwa pemerintah sekarang sudah bekerja dengan baik dan layak diteruskan untuk periode mendatang. Saya berprasangka buruk, iklan-iklan semacam ini dimanfaatkan untuk Pilpres mendatang, dan banjir lumpur LAPINDO tetap terlupakan… (tears)

Posted in: Catatan Sela