Selamat Tinggal SIMpati

Posted on 13/04/2009

33


SIM, RUIM, yang dikeluarkan oleh berbagai operator, sekarang ini bisa diperoleh dengan harga sangat murah dan sangat mudah. Perkembangan teknologi nirkabel memang sangat pesat di sepuluh tahun terakhir ini. Bahkan, yang dulu hanya dijadikan lalu-lintas suara, kini yang lebih laku justru menjual paketan akses data. Perkembangan per-gadget-an pun melaju seiring kemajuan layanan, bahkan seringkali mendahului apa yang bisa diberikan operator. Sungguh sangat luarbiasa…

Bicara soal SIM, UIM, RUIM… saya punya kenangan manis tersendiri.

Sebagai pengguna teknologi nirkabel untuk keperluan berkomunikasi, saya mengawali menjadi pengguna teknologi AMPS. Sempat mencicipi teknologi nordic, namun sebentar kemudian pindah ke teknologi GSM. Waktu itu, GSM masih sering diejek-ejek karena “geser sedikit mati”. AMPS masih menjadi lawan yang susah ditahlukkan. Itu beberapa tahun sebelum tahun 2000, di saat saya masih menikmati dollar, padahal lainnya sedang mengalami krisis moneter yang laur biasa.

Sayangnya, sekarang kenangan manis itu hilang sudah. Sebuah kartu Simpati yang saya setia menemani, yang saya pakai,  yang masih asli sejak keluar dari pabriknya, yang waktu itu harganya ratusan ribu rupiah, yang selama ini saya simpan dengan hati-hati, yang selalu aktif walaupun umurnya sudah melewati 10 tahun….. Akhirnya memunculkan pesan di layar hape… [card error]… (tears)

simpati yang diganti

Beruntung, sebelum saya kembalikan ke operator untuk meminta kartu pengganti, saya masih sempat mengambil gambarnya. Salah satu ciri kartu jaman dulu, empat dijit angka terakhir yang tertera di belakang kartu selalu sama dengan nomor yang dipakai. 8246… hhmmm🙂

Posted in: Sundries