Air untuk Rakyat

Posted on 22/04/2009

21


Desa Limbangan, Kec. Limbangan, Kab. Kendal terletak di lereng barat gunung Ungaran. Sebagaimana desa-desa lain di lereng gunung, Limbangan juga kaya air. Sepanjang tahun tidak pernah sekalipun mengalami kekurangan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan lain-lain. Sayangnya, kontur tanah yang berbukit-bukit menjadikan tidak semua area mendapatkan distribusi air dengan baik. Sumur tidak mesti bisa dibuat di semua tempat.

Sejak dulu kala sudah terbangun pola peruntukan lahan secara alami. Area-area yang bisa terairi dengan baik berkembang menjadi persawahan. Bukit-bukit yang terjal rimbun oleh pepohonan hutan rakyat. Lahan kering yang tidak terairi sepanjang tahun dimanfaatkan untuk ladang palawija tadah hujan. Sebagian lain untuk perkampungan warga. Dulu, seringkali warga mengalah, memilih menempati lahan yang kurang subur untuk membangun perumahan, karena lahan-lahan subur dimanfaatkan optimal untuk pertanian dan perkebunan. Di masa sekarang, kesadaran itu semakin terkikis. Banyak lahan subur yang justru tidak dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan, malah dipergunakan untuk perumahan.

Desakan polah tingkah manusia memburu kebutuhannya membuat sumber-sumber alam yang dulunya melimpah makin lama berkurang, termasuk sumber air.

Oh… tidak semua begitu. Masih banyak warga yang ramah lingkungan. Bahkan Desa Limbangan pernah mengeluarkan Perdes (sampai saat ini merupakan satu-satunya perdes -peraturan desa- di Desa Limbangan) tentang lingkungan hidup. Berkat Perdes itu dan berbagai sosialisasi yang dilakukan terus menerus, di Desa Limbangan, saat ini hampir-hampir tidak dijumpai lagi orang berburu binatang liar, meracun dan menyetroom ikan di sungai, juga sudah jauh berkurang perilaku membuang sampah sembarangan terutama di sungai-sungai. Perusakan hutan jauh berkurang, sumber-sumber alam termasuk sumber air terpelihara lebih baik.

Baru-baru ini, warga RW 5, Desa Limbangan membangun saluran air untuk kebutuhan rumah tangga. Sumber airnya mengambil dari perbukitan sebelah timur desa yang berjarak kurang lebih satu kilometer. Sebuah mata air yang keluar dari bawah batu besar di tengah rimbunnya hutan bambu, menjadi andalan warga RW 5 Desa Limbangan untuk mencukupi kebutuhan air.

Proyek swadaya ini mendapat stimulus dari pemerintah berupa material untuk pembangunan saluran distribusi air ke rumah warga, sedangkan warga sendiri berpartisipasi dan bertanggung jawab penuh mulai dari survey dan penelitian, jajak kebutuhan, pelaksanaan termasuk tenaga kerjanya, dan pola distribusi sampai dengan perawatannya. Diharapkan, bulan depan (Mei 2009) proyek ini sudah selesai dan tidak ada lagi permasalahan air di RW 5, Desa Limbangan.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Hari Bumi, 22 April 2009

Posted in: Cangkrukan, Plesiran