Parkir

Posted on 23/04/2009

66


Di suatu pagi yang cerah, saya melewati pusat kota Semarang, tepatnya di Simpang Lima. Ya, itu adalah pusat kota Semarang jaman sekarang. Jaman dulu, pusat kota ada di kawasan Masjid Besar Kauman termasuk kawasan Johar dan sekitarnya.

Kawasan Simpang Lima Semarang

Simpang Lima selalu ramai, baik pagi, siang, sore, bahkan malam hari pun selalu ramai, apalagi bila malam Minggu dan Minggu pagi. Lebih ramai lagi bila ada kegiatan khusus misalnya ada tontonan besar di Lapangan Simpang Lima yang memang sangat sering diadakan. Parkir kendaraan yang semula banyak terdapat di pinggir Simpang Lima, karena ramainya bergeser ke gang-gang di belakangnya, atau ke gedung-gedung yang menyediakan sarana parkir di seputar Simpang Lima.

Banyak pedagang kaki lima berjualan aneka makanan memarkir gerobaknya di seputar Simpang Lima. Ada yang khusus berjualan di siang hari, banyak pula yang berjualan di malam hari. Saking banyaknya, sampai-sampai meluber ke simpangnya yang memang berjumlah lima.

Dulu saya pernah berpikir, betapa susahnya berjualan di Simpang Lima. Pagi dan sore harus mendorong-dorong gerobak untuk dibawa pulang pergi, padahal belum tentu rumahnya dekat. Yang lebih cerdas, tentunya akan membuat warung mobil, tinggal parkir, buka dasar, setelah selesai packing lagi ke dalam mobil dan brum…brum… pulanglah si penjual itu.

jasa parkir gerobak

Ah… ternyata saya salah besar!… Saya baru tahu kalau ternyata ada juga yang menjual jasa penitipan gerobak. Di beberapa tempat di kampung-kampung di seputar Simpang Lima, banyak juga yang membuka jasa itu. Cukup lima ribu rupiah sehari atau semalam, gerobak aman terparkir di penitipan. Tidak perlu khawatir barang-barang akan hilang, tidak perlu khawatir bilamana ada razia oleh petugas trantib, karena parkirnya sudah cukup tertib. Pun pedagang tidak perlu repot-repot mendorong-dorong gerobak pulang balik dari tempat parkir ke tempat berjualan. Banyak pula yang menjual jasa dorong gerobak. Cukup tiga ribu rupiah sekali angkut dari tempat parkir ke tempat berjualan, juga tiga ribu rupiah lagi untuk membawa kembali ke tempat parkir.

Saya berpikir, ternyata mencengangkan juga pendapatan pemilik jasa parkir itu. Rata-rata tempat parkir gerobak itu bisa menampung setidaknya 40 gerobak. Artinya, bila parkir penuh, akan bisa ditarik uang parkir sejumlah 200 ribu per hari, dan bisa jadi 200 ribu lagi ditangguk di malam hari. Itu bukan jumlah yang kecil… Inspiring!!!..

Posted in: Aeng-aeng