Kopdar, Udang Rebus, dan Jaunty Jackalope

Posted on 02/05/2009

32


Catatan Nyangkruk di sana-sini:

Launching Politikana ternyata membawa berkah juga. Kopdar dengan banyak orang yang tadinya hanya kenal lewat dunia maya, bertemu kenalan baru, juga sekaligus bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan di Jakarta.

Kopdar dan Udang Rebus (cozy)

Kopdar yang pertama jelas sama Upik, karena barengan dari Solo ke Jakarta. Kebetulan Upik sedang di Solo dan sudah jatuh jadwal untuk kembali ke Jakarta. Berbeda dengan saya yang ke Jakarta sesekali saja, -lebih banyak untuk urusan pekerjaan-, sebaliknya, Upik sesekali ke Solo untuk keperluan pekerjaannya.

Saya masih barengan Upik juga (yang berperan sebagai penunjuk jalan selama saya di Jakarta) menghadiri Launching Politikana. Tidak perlu saya ceritakan lagi karena sudah ada cerita khusus untuk itu di blog ini. Yang jelas, saya ketemu Blontank sing Njelehi di sana.

Hari selanjutnya ketemu bu dokter Ajeng alias ajengkol di Plasa Semanggi. Ops, tak berapa lama bergabung juga mas Riyogarta. Kebetulan tempat mas Riyo bekerja ya di Plasa Semanggi itu. Tak begitu lama, karena sudah jam pulang kerja, kami berpisah dengan mbak Ajengkol yang harus segera pulang ke Bekasi, saya dan Upik “nunut” mas Riyo. Rencananya akan ke Wetiga karena ada janjian sama Andri, namun sebelumnya saya dan Upik nengok Agha si Udang Rebus, putra mas Riyogarta dan mbak Yuliazmi yang baru berumur satu bulan. Saya lega, sudah sempat menengok Agha, bahkan sempat menggendongnya beberapa menit.

Kembali diantar mas Riyogarta, saya dan Upik ke Wetiga untuk bertemu dengan Andri yang datang bersama Dhodie. Keduanya adalah perintis Komunitas Blogger Depok -deBlogger. Hampir tengah malam barulah kopdar usai. Pokoke seru polll!

Jaunty Jackalope (bringit)

Oleh-oleh yang menyenangkan dari kopdar seru itu adalah sekeping CD dari mas Riyo yang berisi Ubuntu Linux terbaru -Jaunty Jackalope-. Saya memang sudah ngincer sejak lama rilis Ubuntu terbaru itu, namun berhubung keterbatasan akses internet saya tidak bisa melakukan upgrade. Berbeda pada waktu upgrade 8.10 yang memanfaatkan fasilitas upgrade di Ubuntu 8.04 (padahal tetap pesan 8.10 ke shipit dan fresh install saya lakukan di komputer Diki), kali ini, berbekal CD itu saya melalukan fresh install.  Ada kekhawatiran mesin Celeron saya sudah nggak kuat, tapi kekhawatiran itu sirna oleh cerita pengalaman mas Riyo dimana Jaunty Jackalope ternyata lebih cepat dibanding Intrepid Ibex.

Catatan mas Riyo menjadi pegangan, kalau-kalau ada kejadian serupa. Namun Jaunty mulus terinstall di laptop jadul bermesin Celeron ini. Tidak ada masalah dengan semua hardware terpasang. Hanya saja, saya tidak berhasil melakukan koneksi internet melalui dialup. Itu karena belum ada wvdial-nya. Setelah mendapatkan akses cukup, -nebeng di kantor-, after install saya lakukan. Update manager menunjukkan bahwa ada beberapa update yang tersedia. Ternyata hanya belasan mega saja, tidak mencapai puluhan bahkan lebih dari seratus mega update seperti pada waktu install Intrepid. Pun Tidak banyak penambahan  aplikasi yang saya butuhkan karena memang tidak banyak kebutuhan saya.

Seperti halnya pengalaman install Intrepid sebelumnya, Jaunty juga belum bisa digunakan untuk nyetel musik. Saya membiarkan player mencari sendiri kebutuhannya yaitu gstreamer dan lain-lain. Tak lebih dari lima menit, musik dan filem sudah bisa dinikmati.

Oops, tadi belum bisa melakukan dialup via modem blutut… saya tidak tahu, kenapa Jaunty yang  saya pasang yang sudah support untuk urusan per-blutut-an justru belum ada wvdialnya. Tapi, itu bukan masalah besar.

Gampang saja, ketik di terminal, sudo apt-get install wvdial, beres deh! Konfigurasi pada /etc/bluetooth/rfcomm.conf dan /etc/wvdial.conf masih sama seperti yang saya pakai dulu. Langkah-langkahnya sama saja, yaitu; pairing blutut, jangan lupa di-bonded atau di-authorise bisa via komputer atau via blutut divais, mencatat alamat dan channel dengan sdptool search DUN, mengedit konfigurasi rfcomm dengan  sudo nano /etc/bluetooth/rfcomm.conf atau sudo gedit /etc/bluetooth/rfcomm.conf, melakukan binding dengan perintah sudo rfcomm bind 0 <MAC Address device><Channel> ), mengedit dialer dengan perintah sudo nano /etc/wvdial.conf atau sudo gedit /etc/wvdial.conf, melakukan restart blutut dengan perintah sudo /etc/init.d/bluetooth restart, dan siap deh untuk melakukan koneksi internet via modem blutut… sudo wvdial dialer, dan untuk mengakhiri pakai control C.

(dance) …

Oh ya, saya mempunyai kebiasaan baru yaitu menggunakan root terminal karena saya tidak mau repot bersudo-sudo hihihi… Saya juga tidak suka menggunakan GnomePPP yang juga mudah digunakan… Alasannya, sama dengan SauJirO, lebih keren pakai teminal… hehehe, saya ketularan juga…

wvdial

Sekarang, si demalung yang hanya bermesin Celeron M 1.5GHz, HDD 40GB, DDR2 1GB, ini siap diajak jalan-jalan lagi…

(dance) (banana_cool) (banana_rock) (yahoo) (funkydance)

Semakin lama menggunakan Linux, saya semakin menikmati kemudahannya. Berbeda dengan OS yang saya gunakan dulu yang sunguh repot instalasinya karena harus memasukkan berbagai macam driver dan menginstall berbagai macam aplikasi, yang butuh waktu -bisa jadi- berjam-jam… Pakai Linux, jauh lebih singkat… Nggak percaya??? Coba saja!!!

Posted in: Cangkrukan