Nilai Tinggi, Harga Mati

Posted on 02/06/2009

93


Kemarin, 1 Juni 2009 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, beredar berita di portal-portal berita dan di sosio networking. Siswa kelas 3 SMAN 2 Ngawi, 100% tidak lulus Ujian Nasional. (woot)

Dengan bekal koneksi yang tertatih-tatih saya mencoba mengikuti berita di beberapa situs. Cerita singkatnya, pernyataan ketidak-lulusan itu diungkapkan lewat pernyataan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), yang mendapati seluruh siswa tidak lulus karena hampir semua jawaban soal ujian terdapat kesamaan dan salah semua. Di belakang itu, beredar rumor (yang ini belum terbukti dan dibuktikan oleh pihak berwajib), bahwa siswa peserta UN menerima “bocoran” kunci jawaban, dari pihak “entah siapa” (barangkali ada juga keterlibatan pihak sekolah).

Sialnya, kunci jawaban itu salah semua… (LOL) (rofl) (lmao)

Blaik… blaik… wong kok dho pekok tunggon alias dhedhel kandhungan… Lha mbok mikir dhewe, percoyo karo awake dhewe, kan malah lulus tenanan… Ajaibnya, Diknas Propinsi Jatim malah merestui adanya Ujian Ulang dengan dalih “menyelamatkan siswa”… huahaha

Yak… Silahkan baca sendiri di berbagai sumber yang sangat banyak. Bahkan Pak Guru Sawali pun sampai-sampai segera menuliskannya, sebagai wujud keprihatinan seorang guru. Saya tidak bisa apa-apa selain ngelus dada dan senyum kadang tertawa melihat itu semua. Namun masih ada sisa kebanggaan di hati saya…

Pagi tadi, saya mampir ke tempat ponakan saya di Semarang. Dia -cowok keren- kelas 3 di tempat dulu saya pernah sekolah. Hari ini dia tidak sekolah, Ujian sudah selesai, dan ada jeda beberapa waktu sebelum kelulusan dan persiapan melanjutkan ke perguruan tinggi. Iseng, saya masuk ke kamarnya, ternyata dia sedang siap-siap untuk berangkat mengikuti les tambahan di luar sekolahnya. Buku-buku berserakan di kamarnya, bahkan hampir-hampir memenuhi lantainya. Ada selembar kertas terselip menggantung di rak bukunya.

nilai tinggi harga mati

Dilarang Pesimis… NILAI TINGGI HARGA MATI!!

Duh, kalau saja siswa kelas 3 semangatnya seperti ponakanku ini, pasti tak akan terjadi kasus seperti di Ngawi… (doh)

Ponakane om Andy pancen jagoan. Yang ingin kenalan silahkan ke Facebook-nya aja! Sekalian mohon didoakan bisa masuk PTN yang diidamkan.

Akhirnya, semoga tulisan ini tidak membuat saya masuk penjara seperti Prita Mulyasari yang dituduh mencemarkan nama yang sudah tercemar daripada RS Omni Tangerang. Semoga ibu Prita dimudahkan menjalani cobaan dan segera terselesaikan dengan baik… Semoga Rumah Sakit Omni Tangerang, bila ternyata memang bersalah, semoga cepat bangkrut saja daripada hidup di atas penderitaan orang lain.

Yeach, saya hanya bisa menulis saja, saya hanya bisa pasang banner dukungan untuk ibu Prita

Saya bukan pejabat, bukan birokrat, juga bukan raja, saya hanya orang biasa… Saya tahu, menjadi guru juga tidak mudah, seringkali banyak tindakan yang bagai makan buah simalakama, sehingga para guru pun seringkali mencari hiburan, misalnya dengan menjadi tukang nggame… Kok bisa ya???

(doh)

Update AndyMSE:

Alhamdulillah, ponakan berhasil lulus dengan nilai memuaskan (NEM = 52), dan telah diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang… Atas doa sedulur sekalian, kami sampaikan terimakasih!…

Posted in: Catatan Sela, Fam