Khoe Seng Seng

Posted on 08/06/2009

36


Saya Khoe Seng Seng, saya adalah salah satu korban dari surat pembaca yang dikriminalkan oleh pelaku usaha PT Duta Pertiwi Tbk (Sinar Mas Group, Konglomerat no 3 terkaya di Indonesia). Apa yang saya tulis didalam surat pembaca saya adalah fakta kejadian. Saya kemudian dilaporkan ke Mabes Polri dan saya digugat di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Saya diputus bersalah oleh Hakim yang mengadili saya dan dihukum membayar 1 miliar tunai ke Sinar Mas Group. Gugatan saya di PN mengenai perbuatan melawan hukum berkaitan dengan penghinaan (pencemaran nama) begitu juga laporan yang diadukan ke Mabes Polri dengan tuduhan penghinaan, pencemaran nama dan perbuatan tidak menyenangkan. Apa yang saya tulis dalam surat pembaca dasarnya dari Akta Jual Beli yang saya miliki dimana disebutkan salah satu obyek jual belinya adalah tanah kenyataannya tanah yang dijual oleh Sinar Mas group bukan miliknya tetapi milik (dalam penguasaan) Pemprov DKI Jakarta. Dasar penjualan tanah inilah yang kemudian saya tulis yang saya katakan Sinar Mas Group telah berbohong dan pemikiran saya ini penipuan (saya adalah seorang pedagang dimana hampir setiap hari saya melakukan transaksi jual beli tidak pernah sekalipun saya menjual barang yang bukan milik saya ke konsumen saya, apa nanti kata konsumen saya jika saya menjual yang bukan milik saya ke konsumen?). Akibat tulisan inilah seperti yang saya jelaskan diatas saya dihukum dan sekarang berkas saya dilimpahkan ke kejaksaan tinggi dan posisi saya sekarang sebagai terdakwa. Sedang Sinar mas group yang menjual tanah Pemprov DKI jakarta tidak ada satu penegak hukum pun yang menghukumnya malah saya yang menjadi korban Sinar mas Group lah yang sekarang kena hukuman. Jadi saya menyarankan pada penulis surat pembaca berhati-hatilah menulis surat pembaca karena jika menemui pelaku usaha seperti Sinar mas group bisa celakalah penulis surat pembaca ini. Ini semua akibat penerapan hukum yang tidak membela korban tetapi membela yang dekat dengan kekuasaan dan membela yang mempunyai kekuatan finansial yang kuat. Sebenarnya jika melihat bukti-bukti surat dan saksi saya, yang menyatakan kebenaran yang saya tulis, saya pasti memenangkan perkara tapi inilah Indonesia belum tentu anda yang bisa membuktikan kebenaran bisa memenangkan perkara. Berperkara bukan hanya butuh bukti dokumen dan saksi tapi juga butuh kekuatan finansial. Dan yang paling utama berperkara membutuhkan kekuatan finansial walaupun anda salah, anda bisa menjadi benar jika anda punya kekuatan finansial. Ini sudah bukan rahasia lagi. Rahasia ini saya tidak tahu baru saya tahu setelah saya alami sendiri di persidangan saya dimana melalui pertimbangan hukum satu alinea saja telah meng KO saya. Alinea ini berbunyi ’segala bukti-bukti dan saksi-saksi tidak ada satupun yang mendukung menyangkal gugatan penggugat’. Jadi semua bukti dan saksi saya sudah tidak dilihat Hakim yang mengadili saya. bukti dokumen yang menyatakan bahwa Sinar mas Grup menjual tanah yang sekarang tanahnya lenyap karena kembali ke pemilik semula tidak dilihat sama sekali dan bukti saksi yang menyatakan tulisan surat pembaca saya adalah fakta kejadian bukan fitnah juga tidak dilihat. saya tidak tahu apa yang dilihat hakim yang mengadili saya. Demikian saran saya terhadap para penulis surat pembaca dan sebaiknya hindari berhubungan dengan Sinar Mas Group karena perusahaan ini diduga banyak melakukan tindakan yang melawan hukum yang tidak pernah mendapatkan hukuman dari penegak hukum. Baca tulisan saya yang digabungkan oleh saudara Indoroids dengan judul ‘Hati-hati beli properti dari Duta Pertiwi/Sinar Mas’ search melalui google.

sumber: http://internalmedia.wordpress.com

Seperti halnya Prita Mulyasari yang curhat melalui email karena tidak mendapatkan pelayanan yang memuaskan di sebuah rumah sakit, Khoe Seng Seng, yang curhat di Surat Pembaca malah dituduh melakukan pencemaran nama baik. Dalam pandangan awam saya, kasus Prita Mulyasari dan Khoe Seng Seng adalah setara, oleh karena itu harus mendapatkan perhatian, pembelaan, dan dukungan yang seimbang pula.

Jangan sampai kasus Khoe Seng Seng malah berbelok menjadi isu rasial

Berikut 6 tautan teratas pada waktu artikel ini ditulis di Google.Co.Id dengan keyword: “Hati-hati beli properti dari Duta Pertiwi/Sinar Mas“. Dari situ bisa ditelusur beberapa tempat dimana Khoe Seng Seng curhat setelah dituduh melakukan pencemaran nama baik:

  1. http://www.untuksemua.com
  2. http://www.tanyajawab.com
  3. http://www.duniainvestasi.com
  4. http://www.diskusiweb.com
  5. http://www.west-sumatra.com
  6. http://www.elexmedia.co.id

gambar dari: http://www.primaironline.com