Selokan Mataram (Bag-1)

Posted on 13/06/2009

28


Jujur saja, saya baru pertama mendengar tentang Selokan Mataram pada waktu berkunjung ke Joglo Abang untuk pertama kalinya. Pada waktu itu, Antok Suryaden memberi ancar-ancar jalan menuju ke JogloAbang. Saya bingung, lha wong baru kali itu blusukan ke Mlati, Sleman. Esoknya, ketika saya bisa melihat Selokan Mataram, terbersit keinginan untuk menyusuri sampai ke hulunya. Dan itu telah terlaksana pada siang sampai sore 11 Juni 2009. Berikut liputannya:

Sekilas Selokan Mataram

Selokan Mataram adalah kanal irigasi yang menghubungkan Kali Progo di barat dan Sungai Opak di timur. Selokan Mataram ini terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selokan Mataram dibangun pada Masa Pendudukan Jepang (1944). Kala itu Jepang sedang menggalakkan Romusha untuk mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia ataupun untuk membangun sarana prasarana guna kepentingan perang Jepang melawan Sekutu di Pasifik. Di tengah gencar-gencarnya Romusha, Raja Yogyakarta saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX berusaha menyelamatkan warga Yogyakarta dari kekejaman Romusha. Dengan berpikir cerdik, Beliau melaporkan kepada Jepang bahwa Yogyakarta adalah daerah minus dan kering, hasil buminya hanya berupa singkong dan gaplek. Dengan laporan tersebut Sri Sultan mengusulkan kepada Jepang agar warganya diperintahkan untuk membangun sebuah selokan saluran air yang menghubungkan Kali Progo di barat dan Sungai Opak di timur. Dengan demikian lahan pertanian di Yogyakarta yang kebanyakan lahan tadah hujan dapat diairi pada musim kemarau sehingga mampu menghasilkan padi dan bisa memasok kebutuhan pangan Tentara Jepang.

Ternyata usulan Sri Sultan disetujui Jepang dan terbebaslah warga Yogyakarta untuk ikut Romusha, melainkan dialihkan untuk membangun saluran air yang sebenarnya untuk kemakmuran warga juga. Menurut legenda juga diceritakan bahwa Sunan Kalijaga pernah berujar bahwa Yogyakarta bisa makmur jika Kali Progo dan Sungai Opak bersatu. Hal tersebut mungkin ada benarnya, namun kedua sungai itu bukan bersatu secara alami melainkan disatukan dengan saluran air. Kenyataannya, warga Yogyakarta sekarang lebih makmur daripada sebelum adanya Selokan Mataram dan selokan itu telah mengairi ribuan hektar lahan pertanian yang sampai saat ini masih menghijau pada saat musim kemarau.

sumber: wikipedia

Menyusuri Selokan Mataram Bag-1

Karena sebelumnya saya bermalam di Joglo Abang, susur selokan saya mulai dari Dusun Gombang, Desa Tirtoadi, Kec. Mlati, Sleman. Pilihan saya adalah menyusur ke arah hulu melalui jalan inspeksi di sisi kiri (arah ke hulu).

Di sepanjang perjalanan, sering saya jumpai jalan inspeksi tiba-tiba menyatu di tengah pada sebuah jembatan. Ternyata, jembatan itu adalah terowongan saluran air yang dibuat karena selokan harus melewati sungai.

Badan jembatan dibuat tebal karena ada saluran air di dalamnya. Untuk memudahkan, selanjutnya model seperti ini saya sebut saja “selokan melayang”…😀

Setelah melewati 8 (delapan) selokan melayang, jalan inspeksi tidak lagi berupa jalan aspal, melainkan jalan tanah yang tidak diperkeras. Beruntung, saya melewatinya pada saat cuaca cerah dan kering. Mungkin bila saya melakukan susur selokan ini pada tengah musim hujan, dipastikan akan terseok-seok melewati jalan ini.

Selokan melayang yang saya jumpai selanjutnya (selokan melayang ke 10 dari Gombang) ternyata tidak berupa jembatan yang bisa dilewati kendaran roda empat, melainkan berupa saluran terbuka.

Di depannya, terdapat pintu air besar terbuat dari kayu. Selokan tiba-tiba menghilang di situ. Saya melongok ke tebing di depan, Kali Krasak membentang di bawah tebing. Tidak ada jalan atau jembatan yang menghubungkan yang bisa digunakan untuk menyeberang. Namun, pintu air kayu yang ada di seberang memberi petunjuk, di sanalah hulu selokan.

Saya beristirahat cukup lama di sini sambil melihat beberapa orang yang sedang memancing ikan di Selokan Mataram. Sempat pula saya bertanya-tanya kepada penduduk sekitar, karena saya kebingungan mencari jalan memutar agar sampai ke seberang untuk melanjutkan Penyusuran Selokan Mataram.

..::bersambung::..

Posted in: Plesiran