Stop Arogansi Pengendara MOGE!!!…

Posted on 15/06/2009

43


Saya sudah cukup lama menjadi seorang biker alias pengendara motor. Dapat dikatakan, sejak remaja saya adalah penyuka sepeda motor. Tentu saja motor yang saya tunggangi ber-cc kecil saja, dari mulai Honda Bebek 90cc, Suzuki A100, Yamaha Bebek 80cc, Honda GL 100, semuanya kepunyaan bapak atau saudara saya. Mengendarai motor sendiri mulai RX Special 115cc, RX King 135cc, Honda Astrea 800, Honda Supra X, dan Honda Blade 110R. Hampir-hampir tidak pernah mengendarai MOGE atau motor gede, kecuali pernah dititipi teman selama beberapa bulan, Suzuki GSX 750. Itu saja karena teman saya punya utang kepada saya dan cukup lama telat mbayarnya sehingga moge itu dijadikan jaminan.

pengendara moge ojo kemaki

Berbeda dengan di negara-negara maju dimana motor kecil jumlahnya sedikit, lebih banyak motor ber-cc gede, di Indonesia justru sebaliknya. Motor kecil merajalela menjadi raja jalanan. Jadinya, mengendarai motor gede di Indonesia akan jadi perhatian di jalanan. Sayangnya, perhatian saja rupanya tidak cukup. Sebagai biker (yang tentunya selalu tertib berlalu-lintas) saya sering jengah melihat arogansi pengendara moge. Sering mereka berkonvoi beramai-ramai dan seolah-olah jalanan milik embahnya mereka sendiri. Yang lebih menjengkelkan, sering pula konvoi itu dikawal polisi lalu lintas. Pernah pula saya mendengar berita bahwa ada moge yang masuk ke jalan tol Bogor-Jakarta. Apa pula ini? Bukankah jalan tol itu khusus untuk kendaraan beroda empat atau lebih??? Mengendarai moge bukan berarti menjadi kebal hukum!…

Sering saya bertanya-tanya, bukankah saya sebagai pengendara motor juga pembayar pajak yang sama? Kalaupun pajak yang mereka bayarkan jauh lebih besar, itu sangat wajar karena motor mereka jauh lebih mahal, kapasitas mesin-nya pun lebih besar. Sesuai peraturan, wajar dong kalau mereka bayar pajak lebih mahal. Soal pengawalan, sependek yang saya tahu dan sepanjang yang saya punya, tidak pernah saya menemui aturan yang menyebutkan bahwa konvoi moge harus dikawal petugas. Toh mereka bukan warga istimewa.

Bagaimana pendapat sedulur sekalian???

———

Catatan Andy MSE:

Tulisan ini dibuat bukan karena saya iri tidak bisa menjadi pengendara moge, melainkan karena prihatin atas kasus pemukulan pengendara moge terhadap pemakai jalan lain, dan sikap arogansi lainnya.

Berikut sebagian kutipan beritanya:

  • Arogansi pengendara motor gede (moge) kembali terjadi. Korbannya adalah Darmawan Edwin Sudibyo (51) dan keluarganya di kawasan macet di Puncak, Cisarua, Bogor. (saya: menyatakan dukungan untuk Darmawan Edwin)
  • Sekjen Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Pusat Joko Saturi mengimbau pengendara moge untuk mengerti jika lalu lintas sedang macet. Pengendara harus sabar. Joko juga mengimbau agar masyarakat juga mengerti moge berukuran besar dan berat. “Diberilah kesempatan untuk lewat,” katanya. (saya bilang: ini keterlaluan)
  • Seringnya pengendara motor gede (moge) melakukan tindak arogan di jalan dikeluhkan pimpinan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). Pimpinan HDCI capek dituntut tanggung jawab dari semua pihak. (saya bilang: kalau tidak mau dituntut tanggung jawab, bubarkan saja, HDCI kan cuma organisasi prestise tak berguna)

sumber: http://oto.detik.com

Silahkan simak berita selengkapnya di:

Gambar ilustrasi diambil dari logo Hells Angels Mc Tyrol, dimodifikasi…

Tagged: