Kota Ngawi

Posted on 12/07/2009

43


Sebagai sebuah kabupaten, Ngawi termasuk kabupaten di Jawa Timur yang biasa-biasa saja. Dapat dikatakan, secara umum tidak ada sesuatu yang menonjol yang bisa dijadikan andalan.

Itu yang saya tangkap dari obrolan dalam cangkrukan di Kalijogo, Mberan, Ngawi, di depan rumah Abidulloh, seorang alim di dunia daring-luring -lulusan Fakultas Ushuluddin- yang enggan disebut Kyai melainkan lebih senang dipanggil Kang Abid saja. Bagi saya, beliau termasuk di antara beberapa kyai blogger -sebut saja, Kyai Slamet, Mantan Kyai, Kyai Dawam Multazam, dan lain-lain. Namun, sebagai seorang kyai, beliau tidak memilih pondok pesantren sebagai media pengabdiannya, justru memilih internet.

Dalam hal ini, saya cukup berbangga hati karena proyek Internet for Kids saya mendapat pangestu dari Kyai Blogger satu ini.

Kota Ngawi, adalah ibukota Kabupaten NgawiJawa Timur. Walaupun banyak orang berpendapat Ngawi adalah kota kecil dengan sedikit potensi yang bisa diandalkan, saya justru melihat hal yang berbeda. Secara geografis, Ngawi terletak persis di sisi selatan tempuran (pertemuan) Bengawan Solo dan Bengawan Madiun. Pada jaman baheula, di saat transportasi air menjadi andalan untuk menghubungkan kota-kota besar, tentunya posisi ini sangat strategis. Wajar saja, di masa-masa sesudahnya, Ngawi menjadi wilayah yang sangat dinamis walaupun makin lama transportasi air di wilayah-wilayah pedalaman pulau Jawa digantikan rel keretaapi dan jalan raya.

Dahulu, pemerintah kolonial Belanda pun rupanya melihat sisi strategis Ngawi, sehingga di dekat tempuran itu dibangun sebuah benteng yang dikenal sebagai Benteng Pendhem. Sayang sekali, –sebagaimana Situs Purbakala Trinil yang belum dikelola dengan baik (kalah pamor dengan Situs Sangiran di Kabupaten Sragen)–, Benteng Pendhem yang merupakan peninggalan sejarah ini tidak dikelola dengan baik. Sedikit berbeda dengan nasib Benteng Vastenburg di Surakarta yang dikuasai (dimiliki) oleh pihak swasta, Benteng Pendhem saat ini di bawah otoritas militer. Setidaknya nasibnya agak lebih baik.

Di bidang pertanian, Ngawi pun hanya mempunyai sedikit wilayah yang dapat dikatakan subur. Lebih banyak wilayah yang relatif kering dan kurang subur. Beruntung, kekayaan hutan terutama hutan produksi (jati & mahoni) masih cukup banyak dimiliki. Kekayaan ini menjadikan Ngawi terkenal dengan kerajinan bonggol jati.

blogger kotangawi, bukan kotang awi...

Keterangan gambar: 1.Andy MSE bersama Dalang Poer, 2.Pemotongan tumpeng oleh Pejabat Dinas Hubkominfo diserahkan kepada Ketua Benteng Pendhem Club, 3.Kerajinan bonggol kayu jati, 4.Penyerahan cinderamata dari Blogger Ponorogo, 5.Tidak semua blogger berusia muda, ada juga yang tuwir lho, 6.Blogger dari berbagai komunitas dari Surabaya, Ponorogo, Solo, Magetan, Madiun, Kendal… dan Ngawi.

Banyak tokoh nasional akrab dengan Kota Ngawi, walaupun beberapa di antaranya tidak lahir di kota ini. Mereka antara lain budayawan Umar Kayam, seniman lukis Didik Nurhadi, ekonom Sri Edi Swasono, politikus Sri Bintang Pamungkas, pengamat politik Hermawan Sulistyo, peragawati Ratih Sanggarwati. Pahlawan Nasional DR Radjiman Wedyodiningrat yang namanya diabadikan menjadi sebuah nama jalan di Surakarta, juga lahir di Ngawi. Koeshartoyo, pahlawan lokal yang sangat berjasa juga dijadikan nama salah satu jalan di kota Ngawi. Ada pula pelawak yang akrab dengan Kota Ngawi, antara lain Kirun, Topan, Leysus (almarhum). Penyuka palaran, gendhing, campursari, langgam Jawa, juga sangat banyak yang mengenal seniman Poeryanto yang akrab dipanggil Dalang Poer, pencipta dan pelantun Kudu Misuh dan Langit Mendhung Kutha Ngawi yang terkenal bahkan sampai ke mancanegara, bahkan lagunya terkenal pula di kaki-kaki lima karena banyaknya CD-VCD bajakan yang beredar bahkan di Kota Ngawi sendiri di depan hidung penciptanya.

Jujur saja, pisuhan Dalang Poer selalu membuat saya tersenyum-senyum sendiri. Bagi yang kangen pisuhannya, silahkan simak video berikut ini.

Baru-baru ini saya mengunjungi Kota Ngawi. Yang pertama berkaitan dengan Ulang Tahun ke 651 Ngawi, yang jatuh pada tanggal 7 Juli 2009 yang baru lalu. Yang kedua berkaitan dengan Ulang Tahun Pertama Komunitas Blogger Kota Ngawi –Benteng Pendhem Club–, yang beralamat di http://www.kotangawi.com.

Sebetulnya, Ultah Pertama Benteng Pendhem Club jatuh pada 2 Juli 2009, namun acara peringatan dimundurkan menjadi tanggal 11 Juli 2009. Bertempat di lantai 2 Kantor Dinas HubKominfo Kab. Ngawi, siang menjelang sore diadakan Seminar Blog Sebagai Media Pembelajaran. Malam harinya diadakan Syukuran dengan puncak acara pemotongan tumpeng oleh pejabat Dinas HubKominfo. Sebagai hiburan, tentu saja Dalang Poer tak ketinggalan.

Akhirnya, saya mengucapkan Selamat dan Sukses untuk Benteng Pendhem Clubwww.kotangawi.com, Tak lupa untuk kawan-kawan blogger baik dari Kota Ngawi maupun dari kota-kota lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, saya mengucapkan terimakasih tak terhingga atas sambutan dan kebersamaan yang luar biasa…

*video dari youtube tidak jelas legalitasnya, namun embedding di blog ini sudah seijin Dalang Poer.