Shiretoko… oh Shiretoko…

Posted on 21/07/2009

109


Firefox 3.5 — code-named Shiretoko — is set to launch on Tuesday, June 30th!  How cool would it be if we could set off fireworks worldwide to celebrate?  We’d light up the night country by country, town by town, to show the world just how amazing Firefox is.  Just like New Year’s, only better — since you get to see who “launched” the fireworks.  We’re going to make a big bang by spreading Firefox with Social Media.  And, we need your help!… lanjutannya silahkan baca sendiri di sana!..

Tentu saja saya sudah terlambat mengikuti Kampanye Bersama Peluncuran Shiretoko atau Mozilla Firefox 3.5 itu.

Ops… Jangan salah, saya nggak lambat-lambat amat lho!

Sebetulnya saya sudah tertarik menggunakannya ketika awal Juli 2009 ini mendengar ada rilis baru Firefox. Saya langsung mengunduhnya di sana, sebuah file dalam bentuk .tar.bz2. Waktu itu masih dalam versi 3.5, belum 3.5.1 yang dipakai sekarang. Tidak butuh waktu lama untuk mendownload dan menginstallnya.

Permasalahannya, karena sama-sama bernama Firefox, jelas menindih aplikasi yang sudah terinstall dengan ciamik berikut addons/plugins sesuai selera di Ubuntu saya ini. Gregeten karena saya masih ingin menggunakan Firefox lama karena beberapa addons/plugins tidak berjalan dengan sempurna, semuanya saya remove sampai bersih tuntas… Selanjutnya saya extract file simpenan firefox-3.0.11.tar.bz2, dan saya rename menjadi firefox-3.0.11. file firefox-3.5.tar.bz2 juga saya extract  dan di-rename menjadi firefox-3.5. Penggantian nama ini saya lakukan karena hasil ekstraksi dari kedua file tadi sama-sama menjadi sebuah direktori bernama firefox.

Berikut langkah-langkah yang saya lakukan berikut kekaprahan dan ketidak-efektifannya: (jangan ditiru!)

    firefox 3.0.11 dan shiretoko 3.5.1

  • Pertama, saya logout dan login kembali sebagai root (ini langkah tidak efektif karena  saya hanya membutuhkan file browser saja, jadi seharusnya cukup mengetik di terminal sudo nautilus untuk membuka file browser dengan root privileges).
  • Kedua, kedua direktori tadi saya pindahkan ke /opt/ (seharusnya saya pindah ke direktori  /usr/lib/, ini karena saya was-was apakah keduanya akan berjalan lancar, juga was-was akan kehandalan mesin seleyon saya, jadi saya pikir dimasukkan ke optional saja).
  • Ketiga, saya kembali logout dan login sebagai user biasa. Selanjutnya masuk ke System > Preferences > Main Menu > Internet > New Item, dan saya panggil executable file bernama firefox di direktori firefox-3.0.11 dan saya kasih nama Firefox 3.0. Demikian pula saya juga memanggil executable file bernama firefox-3.5 di direktori firefox-3.5 dan saya kasih nama Firefox 3.5.

Sekarang saya bisa menjalankan Firefox 3.0 maupun Firefox 3.5 dengan lancar baik sendiri-sendiri maupun berbarengan. Di sini masih ada masalah beberapa addons/plugins yang tidak kompatibel dengan firefox versi baru. Ops… Lagi-lagi terjadi kekaprahan dan ketidak-efektifan. Seharusnya saya kan cukup nge-klik kanan file-file executable itu dan Make Link. Hasilnya adalah sebuah shorcut Link to Firefox. Cukuplah shortcut itu saya kopikan ke /usr/bin.

(doh)

Sayangnya, waktu itu kendala beberapa plugins yang tidak kompatibel membuat saya kembali melakukan sapu bersih terhadap Firefox 3.5. Ketika saya install lagi sore tadi, hasilnya adalah Shiretoko 3.5.1… hehehe…

Catatan AndyMSE:

Ini catatan saya komen di blog saya sendiri di awal menggunakan Firefox 3.5, yang ternyata useragentspy di blog saya tidak mengenali browser itu digunakan di Ubuntu, hanya tertulis GNU/Linux saja. Ini komen di sini:

pertama pakai firefox 3.5

Dan ini komen di sini, terpaksa deh diakali biar keren, kelihatan kalau pakai Ubuntu.

mencoba lagi komen menggunakan firefox 3.5

Yeach… pelajaran yang sangat menarik bagi pengguna Linux pemula seperti saya.

Dua puluh satu hari setelah ShiretokoShock, barulah saya mengetahui kalau di repo Ubuntu sudah tersedia. Jadi, sedulur yang menginginkan Firefox rilis terbaru, cukup buka terminal dan mengetikkan sudo apt-get install firefox-3.5. Sedulur akan mendapatkan Shiretoko aka Firefox 3.5, dan Firefox lawas masih tetap ada dan bisa digunakan seperti biasa.

Oh ya, Shiretoko ini nantinya akan menjadi browser standar untuk Ubuntu 9.10 Karmic Koala