Insting Jeli Pedagang Kecil

Posted on 04/08/2009

71


Sektor informal –yang saya maksud di sini khusus yang super mikro-, bagaimanapun juga tidak bisa diremehkan. Peredaran uang di sektor itu pun tidak bisa dikatakan sedikit. Nafas hidup yang mata pencahariannya bergantung di situ juga luar biasa. Itu semua tidak lepas dari insting jeli pelaku-pelaku bisnis sektor informal.

Banyak hal dilakukan untuk mendekatkan bisnis ke konsumen. Ada yang mengisi tempat-tempat strategis dimana banyak orang berkumpul berlalu lalang. Ada yang rela hati menahan kantuk membuka dagangan –entah makanan entah rokok dan aneka kebutuhan orang– sampai lewat tengah malam. Ada yang berjalan berkilo-kilo menawarkan dagangan, keluar masuk kampung menjemput pelanggan sebelum pelanggan itu pergi ke pasar atau superkampret. Seringkali mereka coba-coba, namun begitu kena selahnya mereka bisa bertahan untuk waktu yang lama. Banyak yang akhirnya berkembang menjadi besar dan formal, masih banyak lagi yang bertahan dan tetap terhidupi.

Mereka jeli memilih tempat dan target pemasaran. Berikut ini adalah beberapa contoh gambar yang diambil di Puskesmas Kartasura II, Kec. Kartasura, Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah.

1-bakul-dolanan

Walaupun yang pergi ke puskesmas adalah orang sakit dan pengantar si sakit, bapak tua penjual mainan itu tahu kalau banyak anak-anak yang datang ke puskesmas.

2-bakul-blanjan

Ibu penjual sayuran dan aneka belanjaan sehari-hari itu pun tahu kalau banyak ibu-ibu rumahtangga yang karena mau tidak mau harus mengantar si sakit ke puskesmas, jadi kehilangan waktu untuk berbelanja ke pasar untuk keperluan memasak.

3-bakul-panganan

Ibu yang satu lagi yakin kalau banyak anak-anak dan orang dewasa yang selalu suka jajanan.

Berapa pendapatan mereka?? Dari hasil kasak-kusuk bertanya-tanya, mereka mengaku keuntungan yang mereka dapatkan tak kurang dari Rp 30.000 setiap harinya. Bila hari baik, seringkali lebih dari lima puluh ribu rupiah, bahkan bapak tua penjual mainan dan ibu penjual aneka belanjaan itu beberapa kali meraup keuntungan sekitar seratus ribu rupiah dalam sehari. Nggak percaya??? Lain kali saya survey-kan lagi lengkap dengan itung-itungannya.

Mungkin bagi banyak orang jumlah sebegitu dianggap bukan jumlah yang besar. Bisa jadi iya! Namun bagi saya mereka sungguh mengagumkan… semangat mereka tak bisa dipandang sebelah mata… ada kerja keras di belakangnya…

Eh, yang seperti ini termasuk ekonomi kerakyatan nggak ya?😀

Catatan AndyMSE:

Sektor informal adalah aktifitas ekonomi yang luput dari pengenaan pajak dan tidak terpantau oleh pemerintah sehingga tidak masuk ke dalam penghitungan Produk Nasional Bruto (PNB) -definisi karangan Andy MSE berdasarkan ingatan sewaktu masih sekolah dulu-😀 kalau ada yang salah dimaafkan ya! (worship)