Uang untuk Beli Uang

Posted on 30/08/2009

114


Puasa belum jalan sepertiga, gaung lebaran sudah ada dimana-mana. Rame buangets orang jualan berbagai keperluan lebaran seperti kue-kue, pakaian, kartu ucapan, parcel, dan lain-lain, juga… uang.

Lho… uang kok dijual… belinya pakai uang juga lho…

Ternyata yang dijual adalah uang kertas baru, pecahan seribuan, lima ribuan, sepuluh ribuan, dan dua puluh ribuan (sekarang malah ada uang kertas pecahan dua ribu rupiah). Biasa, pas lebaran nanti uang baru sangat penting untuk yang suka bagi-bagi angpao. Di kota saya, entah kenapa, kesibukan orang jual uang terkonsentrasi di sekitar Gladag di ujung Jalan Slamet Riyadi Solo, di seputar Patung Pahlawan Slamet Riyadi ke arah barat dan utara. Mungkin karena di situ dekat dengan kantor Bank Indonesia.

Saking ramenya orang jualan uang, hampir setiap 10-20 meter ada penjaja uang. Tak hanya kaum pria dewasa, tua muda.. Cewek  cakep dan ibu-ibu pun nggak mau ketinggalan jualan uang.

Oh ya, konon, patung Pahlawan Slamet Riyadi itu setiap tahunnya bener-bener menembakkan pistolnya ketika mendengar Gamelan Sekaten (sayang sekali karena patung ya tidak pernah mendengar, jadi pistolnya tidak pernah ditembakkan).

Bertahun-tahun mempelajari ilmu ekonomi tetap saja saya berpendapat bahwa uang (termasuk mata-uang) tidak etis untuk diperjual belikan karena uang adalah alat tukar bukan komoditi. Para ahli ekonomi pasti tidak sepakat dengan saya , tapi ya biar saja… ini kan pendapat saya pribadi…

Sedulur pernah lihat orang beli uang dengan uang?

Catatan AndyMSE: Tulisan ini telah dipublikasikan pada tanggal 13 September 2008, berhubung sekarang suasananya masih sama (malah lebih rame) ya tak apalah kalau ini dipublikasikan ulang dengan sedikit edit di sana-sini…🙂

Posted in: Aeng-aeng