Bubar, Bukber, Betiga

Posted on 17/09/2009

40


Berbuka puasa di bulan Romadhon tidak sekedar membatalkan puasa dengan makan dan minum. Anjuran Nabi malahan berbuka puasa dengan yang manis (tiga butir kurma). Esensi di balik itu adalah mengembalikan energi dengan cepat dengan asupan kalori. Semuanya bernilai ibadah, bahkan menyegerakan berbuka puasa pun termasuk keutamaan ibadah.

Yang lebih asyik, –ini mungkin berkaitan dengan budaya-, adalah buka bersama, baik dengan keluarga, handai taulan, kawan dan teman, kolega, dan lain sebagainya. Instansi-instansi, organisasi, komunitas, kumpulan apa sajalah, di bulan puasa ini banyak sekali yang -demi sebuah keakraban/silaturahmi- mengadakan buka puasa bersama. Istilahnya bermacam-macam, yang paling sering digunakan adalah bubar (buka bareng) dan bukber (buka bersama). Di komunitas blogger Bengawan, istilahnya menjadi BETIGA (karena ada 3B -bukan buka biasa-).

(lmao)

Saya sendiri selama bulan puasa ini berkesempatan mengikuti beberapa bubar dan bukber itu di beberapa komunitas, institusi, dan organisasi. Bahkan ada beberapa undangan bubar dan bukber yang -mohon maaf- tidak bisa saya hadiri.

Dari beberapa bubar dan bukber itu, ada tiga yang sangat berkesan.

Yang pertama adalah buka bareng Alumni SMA 3 Semarang, Bubar ALSTE ’87 pada tanggal 5 September 2009.Yang kedua adalah buka bareng Bengawan (BETIGA) pada tanggal 11 September 2009. Yang terakhir adalah buka bersama keluarga besar ibu saya di Boja, Kendal pada tanggal 16 September 2009:

Saya tidak akan memberikan alasan mengapa tiga bubar dan bukber itu sedemikian berkesan, juga bukan berarti bubar dan bukber yang lain tidak mengesankan. Yang jelas, bubar dan bukber dimanapun bagi saya selalu mengasyikkan…

Apakah sedulur mengikuti bubar atau bukber di bulan puasa ini???

(hungry) (mmm)

Posted in: Cangkrukan, Fren