Salah Innalillahi

Posted on 04/10/2009

42


deathly-hallows-symbolBagi umat Islam, bila mendengar berita duka dapat dipastikan akan mengucap “Inna lillahi wainna ilaihi roji’un”, artinya sesungguhnya semua yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah.

Ketika mendengar berita tentang bencana, tsunami di Aceh, gempa Yogya, gempa Tasikmalaya, gempa Padang dan Jambi, dan bencana lain, sontak para pemerhati berita akan mengucap “Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun”. SMS dan telepon bersimpang siur, apalagi bilamana ada sanak saudara yang kebetulan berada di lokasi bencana. Email, mailing list, situs-situs socio-networking penuh dengan berita dan status duka. Televisi dan media massa lainnya panen berita, yang penting kabarkan dulu walaupun secuil, kalau perlu diulang-ulang sampai bosan

Kemajuan teknologi membuat peristiwa yang terjadi di belahan dunia yang jauh dapat diketahui dengan cepat.

Sayangnya, seringkali masih saja ada kejadian-kejadian konyol. Di awal-awal terdengar berita bencana tsunami tahun 2004 lalu, ada yang mengeluarkan pernyataan, “korban mencapai 5000 jiwa” (nyatanya ratusan ribu)… Kemarin setelah terjadi gempa Padang, keluar juga pernyataan, “belum ada laporan mengenai bla..bla..bla..”…

Lha arep laporan piye, infrastruktur rusak kabeh! (doh)

Oh… Ada lagi yang lebih konyol. Di beberapa mailing list dan socio networking beredar berbagai macam berita duka. Tentu saja yang mendengar berita langsung saja menyampaikan rasa turut belasungkawa. Ucapan “innalillahi” pun datang bertubi-tubi. Tak tahunya ternyata ada yang di-innalillahi masih ternyata segar bugar. Ada pula yang telah meninggal berbulan-bulan lalu di tempat lain ikut diberitakan sebagai korban gempa. Innalillahi wa innalillahi rojiun.

Rupanya penting untuk penyampai dan penerima berita, sebelum men-forward berita sebaiknya lakukan dulu cek & ricek, agar tidak terjadi salah kutip.

Thus… Judul di atas seharusnya “Salah Ucap”…

gambar: lambang relikui kematian –the deathly hallows– harry potter 7

Posted in: Sundries