Intake Kalibawang

Posted on 08/10/2009

60


saluran induk kalibawangMasih soal plesiran di Gunung Kelir:

Kalau perjalanan menuju Gunung Kelir saya menyempatkan mampir ke Joglo Abang untuk bertemu dengan syuryadenyang menurut pak Marsudiyanto adalah lelaki paling syur di dunia-,  perjalanan pulangnya saya memilih jalan pulang melalui jalan alternatif langsung menuju ke Muntilan, Kabupaten Magelang –rencananya menuju ke Selo di antara gunung Merbabu dan gunung Merapi mengikuti Jalur Wisata Borobudur-Selo-Solo-.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba saya menjumpai saluran air yang mirip dengan Selokan Mataram. Iseng saya bertanya-tanya kepada orang sekitar, ternyata saluran itu berhulu di Sungai Progo. Tiba-tiba ada keinginan kuat untuk menyusurinya…

Bagi sedulur yang belum pernah membaca cerita saya tentang Selokan Mataram, silahkan membaca: Menyusuri Selokan Mataran Bagian-1, Menyusuri Selokan Mataram Bagian-2, dan Menyusuri Selokan Mataram Bagian-3.

Belum begitu jauh menyusuri Saluran Induk Kalibawang -begitulah nama saluran yang saya temui itu-, tiba-tiba ada papan petunjuk bertuliskan “Wisata Ancol“. Langsung saja saya teringat bahwa Bendung Karang Talun yang menjadi hulu Selokan Mataram terletak di Dusun Ancol, Desa Bligo, Kec. Ngluwar, Kabupaten Magelang. Rupanya susur selokan ini akan langsung menuju ke bagian paling mengasyikkan dari Susur Selokan Mataram yang pernah saya lakukan dulu.

Benar saja… Tiba-tiba saya sudah berada di sisi yang berseberangan dengan Bendung Karang Talun. Namun hulu dari Saluran Induk Kalibawang ternyata tidak berada di Bendung Karang Talun,  sejajar dengan hulu Selokan Mataram. Saya mengikuti jalan inspeksi di samping Saluran Induk Kalibawang menuju ke arah hulu. Di sebuah tikungan Sungai Progo, terterlihat sebuah bangunan pintu air yang kokoh. Beberapa ratus meter sebelum mencapai  pintu air itu, Sungai Progo dan  Saluran Induk Kalibawang sejajar bersisian hanya dipisahkan oleh tembok beton setebal kira-kira satu setengah meter, berketinggian beberapa meter (kalau lewat jalan inspeksi di sisi  yang lain di sebelah saluran tidak asyik karena tidak berbatasan dengan Kali Progo).

Intake Kalibawang“… Begitulah tulisan besar yang terpampang di badan bangunan pintu air. Intake Kalibawang ini terletak di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, berbatasan wilayah Kabupaten Magelang.

Saluran Induk Kalibawang ternyata tidak berhulu di sebuah bendungan, melainkan di sebuah pintu air yang memanfaatkan tikungan sungai untuk mengalirkan air menuju ke saluran. Itulah sebabnya disebut sebagai intake, bukan bendung.  Oh ya, Intake Kalibawang ini umurnya lebih muda dibandingkan Selokan Mataram. Bila Bendung Karang Talun dan Kanal Van Der Wijk dibangun pada masa penjajahan Belanda, Selokan Mataram (Kanal Yoshiro) dibangun pada masa penjajahan Jepang, Intake Kalibawang dan Saluran Induk Kalibawang ini dibangun pada masa kemerdekaan, sekitar tahun 1950-an.

(doh) Oooo… baru tahu saya!  Ternyata ada juga pintu air yang untuk mengalirkan air ke saluran, tidak perlu membangun bendungan di sungai utamanya…

Catatan AndyMSE: Perjalanan selanjutnya menuju ke Muntilan cukup lancar, bahkan sempat mampir di Candi Mendut, sayangnya karena hujan deras, terpaksa kembali ke Jogloabang di Mlati, Sleman, Yogyakarta. Keesokan harinya, setelah menginap semalam, barulah bisa melanjutkan perjalanan pulang ke habitat.

Posted in: Plesiran