Prozilla dan Ubuntu 9.10 Karmic Koala

Posted on 01/11/2009

163


Akhirnya setelah bosan menggunakan Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope di bulan ke 3 setelah rilis dan berganti-ganti beberapa distro lain di antaranya Linux Mint 7 Gloria, teringat tulisan lama jadi pengin install gOS 3.1 Gadget, dan pulang dari Gunung Kelir membawa Easy Peasy 1.5, saya pun menginstall Ubuntu 9.10 Karmic Koala. Sayang sekali saya tidak bisa mendapatkannya melalui shipit karena sudah beberapa kali meminta gratisan itu. Namun saya bakalan dapat CD Ubuntu juga nanti karena rikues dari Speed and The Gang di-approve…

Maaf ya shipit! saya tetap ngeyel minta!… (yahoo)

shipit-approved

Lagi-lagi karena tak sabar menunggu kiriman dari shipit, saya berusaha mendownload sendiri dengan koneksi seadanya. Namun, apa daya, keadaan koneksi internet saya sangat mengenaskan karena selama beberapa hari di pedesaan dan hanya mendapatkan sinyal GPRS. Dengan kecepatan download sekitar 5-7Kbps tentu saja butuh waktu berhari-hari untuk bisa menikmati si Karmic itu.

Tiba-tiba saya teringat dulu waktu pakai Ubuntu jadul pernah menggunakan Prozilla, sebuah aplikasi download accelerator. Saya suka itu karena ukurannya kecil, mendukung baik http maupun ftp, mendukung multi koneksi, dan bisa melakukan resume download. Yang terakhir ini benar-benar berguna karena saya sesekali bisa memutus download dan melanjutkannya lain waktu, juga berfungsi ketika koneksi tiba-tiba putus, berkas yang sudah diunduh tidak hilang.

Karena ini aplikasi jadul (2005) dan sudah tidak didukung lagi oleh Ubuntu, maka hanya bisa ditemukan di Old Release. Saya ambil yang terakhir yang ada di situ yaitu Prozilla 1.3.7.4-1 yang saya download di sini. Tinggal itik-itik (double click), Prozilla sudah diinstall sendiri oleh GDebi Package Installer. Sebetulnya ada pula situs yang menyediakan versi Prozilla yang lebih baru, tapi masih dalam bentuk source code, dan saya tidak mau berlama-lama. Alasan pertama karena takut bilamana ada error, kedua, sejujurnya saya tidak hafal perintah-perintah $tar -xf bla…bla…bla… dan ./configure dan make dan lain-lain… hehehe…

Saya segera cari-cari tempat Karmic berada yang cukup dekat. Pilihan saya jatuh ke ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases/karmic/ubuntu-9.10-desktop-i386.iso, dan di waktu malam hari ketika saya beristirahat setelah berkegiatan seharian saya langsung hubungkan laptop seleyon ke hape andalan sebagai modem. Terminal dibuka dan ketik:

$proz -r -k=10 ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases/karmic/ubuntu-9.10-desktop-i386.iso

Perintah -r berfungsi agar Prozilla melakukan resume bilamana koneksi putus, sedangkan perintah -k=10 berfungsi untuk melakukan 10 koneksi download. Ini skrinsutnya (sewaktu download, saya masih menggunakan Easy Peasy 1.5):

prozilla

Terlihat bahwa karena koneksi download dipecah menjadi beberapa bagian, secara keseluruhan kecepatan download bisa mencapai 15Kbps dengan kecepatan rata-rata 12Kbps. Lumayan lah! Begitupun, diperkirakan butuh waktu 16 jam untuk menyelesaikan download. Yeach… nggak apa-apa daripada koneksi nganggur di malam hari.

Untuk menghentikan proses download untuk di-resume lain waktu, cukup dengan menekan Ctrl+R.

Dua malam di desa rupanya belum bisa menyelesaikan proses download si Karmic. Ketika saya kembali ke Solo  31/10/2009, dan bertemu dengan kawan saya di Pelatihan Pengembangan Opensource Software untuk Kader Pemuda se-Indonesia, saya pun melanjutkan proses download menggunakan koneksi gratisan yang tersedia di Lab Komputer Fakultas MIPA UNS Surakarta. Karena pengguna internet di sana juga banyak, kecepatan koneksi yang saya dapatkan tidak sesuai harapan, dan  sisa yang belum terdownload saya selesaikan di warnet hanya kurang dari setengah jam.

Malam minggu 31/10/2009, ketika banyak muda-mudi berpacaran, saya pun berasyik-masyuk membuat USB Startup Disk dan menginstall Ubuntu 9.10 Karmic Koala dan… BERHASIL… dan ini tampilannya:

ubuntu-9.10-karmic-koala

Oh ya, kali ini saya kembali melakukan fresh install instead upgrade, dan berikut ini sedikit catatan saya mengenai Karmic Koala:

  • Di Acer Travelmate 2423 bermesin Seleyon 1.6GHz, DDR2 1GB, HDD 40GB, VGA Intel 915, Wifi Atheros, semua hardware berfungsi muluzzz…
  • Tampilan lebih keren. Saya kurang suka dengan background desktop bawaannya -terlalu nge-jreng-, tapi suka sekali dengan window border serta icon-icon yang lebih halus dan berwarna lebih gelap.
  • Tampilan pada waktu proses instalasi juga lebih interaktif.
  • Pada proses instalasi, file system default yang digunakan adalah ext4.
  • Sudah menggunakan kernel terbaru 2.6.31-14-generic.
  • Browser bawaan adalah Firefox 3.5.3, kali ini namanya tetap Firefox bukan Shiretoko. Setelah proses instalasi selesai ada notifikasi untuk upgrade dan langsung diperbaharui menjadi Firefox 3.5.4.
  • Pidgin diganti Empathy, podho wae…
  • OpenOffice.org menggunakan versi 3.1.
  • Gimp menggunakan versi 2.6.7.
  • Sudah terintegrasi dengan Ubuntu One.
  • Add/remove berubah nama menjadi Ubuntu Software Center, lebih “user friendly”.
  • Pada “places” ada folder “downloads” dimana berkas-berkas hasil unduhan secara default akan di simpan di folder tersebut.
  • Sebagaimana Jaunty Jackalope, tidak ada wvdial sehingga saya harus menginstall sendiri agar bisa berhubungan intim dengan hape andalan sebagai bluetooth modem yang tetap saja tidak didukung di network manager.
  • Bluetooth eksternal jadi internal di laptop seleyon saya tidak mau auto binding sehingga bila akan melakukan koneksi harus melakukan binding dulu [sudo rfcomm bind bla…bla…bla].
  • Scroll mouse-nya tidak bisa digunakan untuk pindah workspace, saya agak terganggu dengan ini karena sudah terbiasa, sekarang pakai Ctrl+Alt+panah dech! Saya belum menemukan tempat setingannya.
  • Ada yang asyik bila Ubuntu ini digunakan di laptop. Touchpadnya bisa diatur untuk otomatis  nonaktif bilamana sedang melakukan pengetikan. Delaynya cukup cepat dan begitu aktivitas keyboard selesai, dalam seper berapa detik touchpad kembali aktif. Ini menambah kenyamanan pengetikan karena mengurangi tersentuhnya ter-tunyuk-nya touchpad secara tidak sengaja ketika sedang mengetik.
  • Booting lebih cepat. Bilamana menggunakan boot dengan mode text only, akan ketahuan bahwa ada pre-start/upstart yang dijalankan pada proses booting. Saya teringat ketika pada Ubuntu versi-versi sebelumnya pernah saya menggunakan “preload” dan “prelink” yang mencatat kebiasaan booting sehingga proses itu langsung dimasukkan dan menyingkat proses probing yang makan waktu. Saya belum mendalami lebih lanjut mengapa booting si Karmic bisa lebih cepat. CMIIW

Oh ya, mohon maaf, banner Ubuntu yang mengarah ke tempat download di http://www.ubuntu.com/getubuntu/download, terpaksa saya copot untuk memberi tempat kepada OpenSUSE 11.2 dan Fedora 12 Constantine yang dalam waktu dekat juga akan meluncurkan rilis terbarunya. Silahkan download di alamat tersebut di atas atau dapat juga memilih mirror lain yang terdekat dan tercepat.

Barangkali ada sedulur yang akan menambahi???