Bunga Desember

Posted on 03/11/2009

72


Tidak sesuai namanya, Bunga Desember biasanya mulai berbunga di akhir musim kemarau sekitar bulan Oktober-November mengikuti tetesan air yang menandai awal musim penghujan. Ya… Tanaman berumbi yang juga disebut sebagai blood lily atau Haemanthus muftiflorus (Tratt.) Martyn ini hanya tumbuh di waktu musim hujan. Pada musim kemarau, tanaman ini biasanya mati dan hanya meninggalkan umbi-umbinya di dalam tanah.

Dua tahun lalu, saya mendapatkannya di antara belukar di pinggir hutan jati di pelosok pedesaan di Kabupaten Kendal (terlalu banyak “di” ya?). Sesampai di rumah, saya berikan kepada Bu Noor yang segera memindahkannya ke pot. Waktu itu, si Bunga Desember itu sedang kuncup berbunga. Putiknya yang berjumlah banyak, berbentuk jarum bercabang-cabang membentuk lingkaran bulat merah segar nan indah.

Bunga Desember

Sayangnya, pada akhir musim kemarau tahun lalu, sebut saja “bunga” itu, tidak berbunga seperti yang diharapkan. Siraman yang teratur membuat “bunga” tetap segar sepanjang musim kemarau dan bertambah subur pada musim hujan selanjutnya. Jadi, untuk dapat menikmati dan mereguk keindahan si “bunga”, sebaiknya dibiarkan saja menuruti kehendak musim. Saya merasakan keindahan yang sama ketika berhasil memperkosa bougenville untuk berpuasa air selama beberapa waktu dan memberikan banyak siraman air sesudahnya. Bunga-bunga bougenville akan ramai muncul memamerkan keindahan.

Dan saya pun heran ketika sekarang si Bunga Desember berbunga lagi. Sudah beberapa bulan lamanya hijau segar daunnya. Tiba-tiba muncul bunga itu lagi di antara pot-pot yang tak terpakai. Ternyata masih ada umbi yang tersisa, tidak hanya di pot tak terpakai itu, juga di belukar di pojok halaman. Selidik punya selidik, rupanya kemalasan Diki menyiram tanaman selain berperan merusak beberapa tanaman juga membangkitkan tanaman-tanaman yang berhibernasi di musim kemarau…

Sekarang, Bunga Desember dan Bougenvile sedang berlomba berdandan mempesona memikat kumbang…

Posted in: Sundries