Nyabun Lagi…

Posted on 06/11/2009

84


cuci-tangan-bukan-nyabunTulisan ini tidak akan membahas soal sabun-menyabun yang acapkali dilakukan cowok remaja yang ~maaf~ suka download video begituan. Juga bukan ikut-ikutan kampanye CTPS ~cuci tangan pakai sabun~… Sebuah komentar dari Mas Santri ditambah satu lagi dari Mas Pradna Mint mengingatkan saya pada sinetron Cinta Fitri yang akhir-akhir ini sedang nyabun.

Lunyu, begitulah ungkapan dalam bahasa Jawa karena ceritanya berpusar-pusar nggak keruwan juntrungnya, padahal untuk menuju ke endingnya sebetulnya bisa saja dilakukan dengan sangat sederhana tapi tetap menarik. Dalam bahasa Indonesia, artinya licin, selicin sabun. Mungkin saja itu kelakuan sutradara dan penulis skenario beserta kru lainnya. Biasalah, mereka kan berkepentingan untuk memperpanjang masa aman kepulan periuk di dapurnya. Bisa juga itu kelakuan para punggawa yang ada di belakang penyiaran televisi karena mengejar setoran dari iklan yang mengikuti acara yang banyak digemari.

cinta-fitri-season-3

Sering saya hanya tertawa geli sendiri saat melihat kakak perempuan saya, adik perempuan saya, ipar-ipar perempuan, juga ibunya Nanin yang hampir setiap malam saat jam sinetron ditayangkan geram, bahkan sampai berteriak-teriak, namun akhirnya bosan karena… Ya itulah, nyabun lagi! Tadinya saya mengira itu hanya menimpa para ibu-ibu di keluarga besar saya. Ternyata juga menimpa ibu-ibu di banyak daerah, di banyak kota… Tadinya saya mengira itu hanya sinetron Cinta Fitri saja, ternyata juga sinetron-sinetron lain, di banyak stasiun televisi. Begitu rating sudah tinggi, mulailah rame-rame nyabun lagi

Karena ke-lunyu-annya itu, pantas saja cerita-cerita semacam itu disebut Opera Sabun.

Kembali ke komentar Mas Santri aka Ciwir dan Mas Pradra Mint tadi, rupanya di dunia perpolitikan juga tak jauh beda dengan sinetron. Seringkali ada kasus mencuat, kadang selesai, kadang tak karuan juntrungnya dan hilang ditelan waktu tertutupi dengan kasus lain yang lebih menarik perhatian khalayak. Ada pula kasus yang berlarut-larut tak selesai seolah tak ada niat untuk menyelesaikannya walaupun tetap saja menjadi perhatian masyarakat. Ada yang selesai karena tersangkanya lari ke luar negeri, ada yang karena ybs mengundurkan diri, ada pula yang cuek saja tak peduli tangisan kehilangan rumah karena diambil alih lumpur yang membanjir dari dalam bumi.  Ada lagi cicak dan buaya yang belum selesai pertarungannya yang tak henti-henti dibicarakan berbagai kalangan (bahkan ada anakan buaya tengil yang  merasa tak butuh ~dan sesumbar akan menelan si cicak hidup-hidup~). Yeach… nyabun lagi!

Saya bertanya-tanya, “Apakah yang rame dibicarakan dalam obrolan sore ini termasuk penyakit dasar seperti kata Mas Santri??? Dan, masih adakah yang peduli???”… (thinking)

*Komentar di tulisan ini sebaiknya yang lucu-lucu saja, buat penghiburan diri! Jangan terlalu serius dan bikin kerut dahi! Saya mohon ijin, mau cuci tangan dulu!!! xixixi

..::gambar cuci tangan dari: http://mediaphbs.wordpress.com,
gambar cinta fitri dari: http://orangefloat.wordpress.com::..

Posted in: Sundries