Memanfaatkan Ayam Tiren Untuk Pakan Lele

Posted on 15/11/2009

53


Desa Limbangan, Kec. Limbangan, Kab. Kendal yang terletak pada ketinggian 400-700dpl ternyata cocok untuk budidaya ayam pedaging. Dari tahun ke tahun, jumlah pembudidaya ayam pedaging terus bertambah. Namun, sebagaimana peternakan ayam pada umumnya, resiko kematian adalah hal yang lumrah. Biasanya, untuk mencegah agar tidak dikonsumsi manusia, ayam-ayam yang mati itu ditanam/dikubur di dalam tanah.

Adalah Sutikno, warga Desa Limbangan, tergerak untuk memanfaatkan ayam tiren (mati kemaren) untuk diolah menjadi pakan ikan air tawar. Kebetulan, Sutikno saat ini sedang menekuni budidaya lele yang ternyata juga cocok dibudidayakan di Limbangan. Yang menarik, ayam tiren itu oleh Sutikno tidak langsung diberikan sebagai makanan lele. Padahal, beberapa peternak di daerah lain biasanya  hanya melakukan persiapan alakadarnya sebelum ayam tiren itu diumpankan sebagai pakan lele. Biasanya mereka membakar ayam tiren sampai bulu-bulunya habis, sebelum diberikan sebagai pakan lele.

Sutikno berbeda!

Karena jumlah ayam tiren yang berasal dari peternakan-peternakan di Desa Limbangan dan sekitarnya cukup banyak (berbanding lurus dengan jumlah peternakan dan ternak yang semakin banyak dibudidayakan), Sutikno merebus ayam tiren, memisahkan daging dengan tulang-tulangnya, dan selanjutnya mengeringkan agar dapat disimpan untuk waktu yang cukup lama. Daging ayam tiren olahan itu digunakan sebagai campuran pakan lele.

Dengan begitu, ada dua keuntungan sekaligus. Yang pertama, mencegah ayam-ayam tiren dikonsumsi manusia. Yang kedua, memanfaatkan limbah yang biasanya terbuang begitu saja. Cara penyiapan pakan ala Sutikno akan menjaga kontinuitas ketersediaan pakan ikan lele yang berkualitas, karena pasokan ayam tiren tidak musti bisa didapatkan setiap hari.

Ops… lagi-lagi Sutikno berbeda!

Karena keterbatasan lahan yang dimilikinya, dia tidak membudidayakan lele di sawah atau di kolam sebagaimana lazimnya budidaya lele, melainkan di kolam plastik… Karena ketekunannya, hasil yang diperoleh pun tetap menguntungkan.

Ditulis sehabis cangkrukan dengan Sutikno, pembudidaya ikan lele di Desa/Kec. Limbangan, Kab. Kendal

Posted in: Cangkrukan