Kekacauan Angka 500

Posted on 07/12/2009

58


500-internal-server-error

Rasanya sungguh sangat menyebalkan. Di saat kuota akses internet habis dan hanya bisa mendapatkan kecepatan yang sangat rendah, tiba-tiba mesin blog terganggu 500 Internal Server Error.

Saya tidak tahu kapan persisnya error itu dimulai, yang jelas, komen masuk terakhir Sabtu, 5 Desember 2009 jam 16.33. Saya sendiri baru mengetahuinya habis Shubuh di Minggu pagi kemarin. Menambah sebal, selain karena akses yang lemot juga karena saya sedang dalam perjalanan sehingga tidak bisa segera membenahi mesin blog ini.

Beruntung, habis Minggu sore sehabis Maghrib saya ada kesempatan untuk membenahinya.

500 Internal Server Error adalah salah satu error yang diberitahukan server melalui browser. Error-error lain adalah 400 yang disebabkan karena kesalahan syntax,  401 yang disebabkan karena meminta file yang memerlukan otentifikasi, 403 yang disebabkan karena atribut file yang diminta tidak bisa dibaca, dan 404 karena file tidak ditemukan (koreksi bila saya keliru).

Nah… 500 Internal Server Error ini biasanya disebabkan karena ada kesalahan pada file .htaccess, sebuah file tersembunyi yang terletak di root directory. Bisa karena salah atribut (dalam kondisi write), bisa pula karena salah penulisannya. Berhubung jarang mengalami error, saya pun belum pernah menelusuri hal lain yang bisa menyebabkan Internal Server Error. Barangkali sedulur bisa membantu untuk menambahkannya.

Keyakinan saya, kesalahan di situ pasti hanya muaranya saja. Oleh karena itu saya menelusuri lebih jauh ke hulu, dari mulai mengecek atribut file-file yang ada di server (aturan standar atribut file = 644 dan atribut direktori = 755, dan bisa dilakukan CHMOD sesuai keperluan), menelusuri plugin-plugin yang sudah sejak beberapa waktu saya rasakan mengalami perubahan perilaku, juga menelusuri theme yang saya gunakan serta konten dan database-nya. Barangkali saya terlalu jauh tapi tak apalah karena pasti bermanfaat untuk pembelajaran.

Ternyata dangkalnya pengetahuan saya mengenai CMS-lah yang membuat saya melakukan kesalahan ketika beberapa waktu lalu me-reset WP-SuperCache yang mana seharusnya saya menambahkan beberapa tulisan pada file .htaccess ternyata ada yang salah saya kopikan. Pun theme yang saya gunakan ternyata tidak bersih dari kesalahan. Begitu pula plugin-plugin sebagian ada yang tidak kompatibel dengan mesin WordPress 2.8.6 yang saya gunakan ini.

Hasil akhirnya adalah; terpaksa dilakukan pemangkasan plugin yang membuat blog ini menjadi kuat sekaligus berat, dari 24 menjadi 15 plugin saja (rasanya masih terlalu banyak). Theme juga sementara diganti karena belum sempat untuk memperbaiki theme yang lama. Theme baru yang bernama Leviathan (child theme dari Hybrid) ini meniru Blog Mas Yosafat (warga Sukoharjo yang sedang menuntut ilmu di Singapura). Dari sisi tampilan kelihatannya sederhana, namun di dalamnya ternyata bagus, lengkap, enteng loadingnya, dan friendly. Lagipula gratis dan GPL. Bilamana cocok, theme ini akan saya sesuaikan supaya lebih “gue banget”…

Karena adanya beberapa perubahan dan lambatnya penyelesaian masalah ini, saya hanya bisa minta maaf kepada sedulur sekalian. Yang pertama jelas karena ketidak-nyamanan selama sehari lebih dimana blog ini tidak bisa dibuka. Yang kedua, berkurangnya plugin yang akan mengurangi fasilitas yang selama ini menjadi bagian yang menyenangkan ketika berkomentar di blog ini.

Walaupun  sekarang blog ini menjadi kurang interaktif, saya harapkan rasa persaudaraan tidaklah berkurang… 🙂