Renunganku di Hari Anti Koperasi

Posted on 11/12/2009

28


malu-korupsiSaya ulangi, HARI ANTI KORUPSI… Busyet… Teleprompternya nggak jelas! Saya juga sedang pusing! Jadinya keseleo lidah deh! (doh)

Lepas dari salah ucap, pesan SBY menjadikan saya merenung. Kalimat yang paling menyentuh hati saya adalah “menjalankan kehidupan yang bersih“.

Bagaimana tidak! Sejak dulu saya banyak mengenal berbagai modus-modus korupsi yang karena banyak hal dikemas dengan sangat halus, menjadi sulit mengatakan itu korupsi.  Sering pula saya terhanyut dalam sistem yang menurut hati saya keliru. Mungkin saja batasan dalam diri saya terlalu ketat, katakanlah itu bukan panas, namun bagi saya tetap terasa hangat.

Tingkatan yang paling rendah adalah korupsi waktu, semakin tinggi yang dikorupsi adalah  kuantitas dan kualitas, dan menjadi parah bilamana yang dikorupsi adalah nominal uang yang pada akhirnya akan merugikan orang lain dan orang banyak.

Saya rasa, itu semua bermula dari perilaku pribadi, walaupun seringkali karena keterjebakan pada sistem yang berlaku pada pekerjaan yang dilakukan. Bukankah mudah bilamana jujur apa adanya? Bukankah tidak sulit untuk melaporkan pengeluaran  tanpa menaikkan harga tidak senyatanya? Pasti tidaklah repot bilamana melakukan jual beli dengan jujur mengenai kualitas dan timbangan. Pasti tidak repot bilamana tak perlu mengakali laporan keuangan. Sesuaikan saja dengan pengeluaran yang ada, sepanjang masih dalam batas toleransi harusnya bisa diterima. Tidak mungkin pelaksanaan berjalan 100% sesuai dengan rencana. Konyol sekali bilamana laporan sama persis dengan rencana. Bukankah lebih aman menyusun rencana dengan memperhitungkan lebih banyak hal yang diperkirakan akan terjadi dibandingkan dengan memberi kesempatan pada pelapor untuk mengakali???

Saya bukanlah orang yang bersih, bahkan saya pun punya banyak cacat sosial. Namun ketika teringat peruntukan setiap hasil yang saya dapatkan akan mengalir ke nadi istri dan anak-anak saya…. Hhmmm… ngeri!… Hidup hanya sekali, dan saya tidak akan mempertaruhkan kaluarga saya dengan memberinya kenikmatan dari hasil korupsi…

Jangan gembar-gembor sok anti korupsi kalau masih menyunat amplop yang menjadi hak orang lain!!!…

Marilah kita menjalankan kehidupan yang lebih bersih!

tulisan ini seharusnya saya terbitkan 2 hari (09/12/2009) lalu bertepatan dengan Hari Anti Korupsi…

gambar dari Google

Posted in: Cangkrukan