Quantum Sex

Posted on 16/12/2009

78


quantum-image Bagian Paling Penting Ada Pada Alinea Terakhir…

Walaupun saya tidak bersekolah di jurusan ilmu pengetahuan alam, pernah dulu membaca buku mengenai quantum, biasanya bahasannya berkisar pada hal-hal yang super mikro yang menjelaskan alam pada tingkatan yang amat sangat kecil.

Sependek yang saya tahu dan sepanjang yang saya punya, di dalam Ilmu Fisika, kuantum (yang secara bahasa berarti jumlah atau berapa banyak), adalah unit minimum entitas fisik dalam suatu interaksi.

Istilah kuantum digunakan untuk menjelaskan atau membahasakan berbagai macam  hal dalam fisika misalnya ketika menjelaskan mengenai photon yang merupakan kuantum tunggal cahaya yang dengan demikian disebut sebagai kuantum cahaya. Dalam matematika juga dikenal istilah bilangan kuantum yang diperlukan untuk menjelaskan sistem tertentu yang tidak memiliki jawaban universal. Dalam dunia pendidikan pun dikenal istilah quantum learning yang merupakan seperangkat metode dan falsafah belajar yang terbukti efektif untuk semua umur.

Dalam pikiran saya menjadi membingungkan ketika ada yang mendefinisikan kuantum sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Tambah membingungkan ketika menjumpai istilah kuantum yang ternyata banyak digunakan pada berbagai bidang ilmu pengetahuan. Lebih membingungkan ketika baru-baru ini menerima sebuah buku dari seseorang yang berjudul Quantum Sex.

Baiklah…. Kita tinggalkan kebingungan mengenai definisi quantum, barangkali sedulur pun bisa menambah definisinya atau boleh juga menambah bingung… Rasanya lebih asyik membahas buku yang berjudul Quantum Sex itu.

quantum-sex

7 (Tujuh) Jurus Dahsyat Memuaskan Pasangan, begitulah yang tertera di bawah judul buku. Ditambah pula tulisan optimis dalam lingkaran “Terbukti Belum Pernah Gagal”… (nottalking) Bagaimana MengORGASMEkan Pasangan dalam 1 Menit, Trik Tahan Lama 1 Jam Bahkan Lebih, Strategi Hemat Energi Usia Paruh Baya… Itulah beberapa jurus yang ada dalam buku itu… (thinking)

Kok pakai istilah jurus ya? seperti di dunia persilatan saja… (haha)

Bagi diri saya pribadi, buku itu sama sekali tidak menarik. Mungkin saja karena saya bukan penyuka sex secara berlebihan. Kehidupan sex saya normal-normal saja, tidak pernah ada masalah dan cukup bahagia. Saya tidak menghendaki lebih, karena banyak yang harus dipikirkan dan dikerjakan dalam hidup ini. Namun, bisa jadi buku ini menarik bagi banyak pihak. Sedulur yang tertarik pada buku ini tak perlu berkomentar, langsung saja beli di toko-toko buku atau langsung menghubungi penulisnya untuk berkonsultasi. Di sini saya hanya akan menjelaskan sedikit mengenai isi buku itu.

Buku Quantum Sex berukuran 15,5 x 15cm itu ditulis oleh Agus Sahid SE, seorang pria kelahiran Kota Susu Boyolali 45 tahun lalu.  Sarjana Ekonomi yang juga pebisnis pada bidang retail dan properti di Kota Solo ini mengaku menjadi penulis karena desakan dan dorongan, juga permintaan berbagai kalangan yang telah merasakan manfaat dari hasil konsultasi dengannya.Tentunya agak aneh bilamana kita menyimak latar belakang penulis yang awam dalam urusan ilmu kedokteran, psikologi, dan seksologi. Jangankan saya, Dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, seorang Seksolog Indonesia pun acung jempol seperti terungkap pada Kata Pengantar Buku Quantum Sex itu.

Penulisan buku tentang pengalaman praktis membahagiakan pasangan secara seksual oleh seorang awam patut diacungi jempol. Karena yang menulis adalah seorang awam, berdasarkan pengalaman bersama istrinya tentunya, isi tulisannya beripa kiat-kiat praktis dalam melakukan hubungan sex pasutri dengan mudah dapat dimengerti oleh pembacanya.

Buku setebal 96 halaman ini dibuka dengan Perjalanan Menemukan Mutiara yang berisi latar belakang penulis sebelum menuliskan buku ini, dilanjutkan dengan 7 Jurus Dahsyat Memuaskan Pasangan yaitu Jurus Pertama; Tahan Lama, Jurus Kedua; 1 Menit Orgasme, Jurus Ketiga; Tahan Lama Tahan Goyang, Jurus keempat: Strategi Gejros, Jurus Kelima; Memohon Keturunan Anak laki-laki, Jurus keenam; Jurus Setengah Tidur, dan Jurus Ketujuh; Hemat Energi Pada Usia Paruh Baya. Sebagai penutup, buku ini menampilkan testimoni dari para penerima manfaat baik yang diperoleh melalui buku ini maupun dari hasil konsultasi dengan penulisnya. Asyiknya, walaupun membahas soal SEX, namun tidak ada kesan PORNO sama sekali.

Semua strategi atau jurus-jurus dalam buku itu tanpa jamu atau obat-obatan. Semoga informasi ini membantu siapa saja yang berkeinginan menambah kebahagiaan rumah tangganya.

==========

Menurut hemat saya, buku yang saya ceritakan di atas terlalu subyektif.  Terkesan bahwa penulis malahan membuka kepada umum pengalaman pribadi yang seharusnya tidak diumbar. Selain itu, penulis sepertinya terlalu PEDE dan kurang wawasan.