Solo Berseri: Garis Jingga

Posted on 19/12/2009

35


Sudah seminggu ini setiap kali saya lewat jalan Slamet Riyadi Solo –untuk pergi dan pulang kerja-, saya melihat garis jingga marka jalan. Sebelumnya saya jarang sekali melihat marka berwarna jingga. Biasanya putih –kebanyakan marka jalan memang berwarna putih-, dan  sesekali ada yang kuning –sering saya lihat di jalan bebas hambatan-. Ternyata marka jingga itu dimaksudkan sebagai batas antara jalan raya dengan jalan kereta api.

Maklumlah, Kota Solo yang unik ini barangkali tinggal satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki rel kereta api aktif yang berdampingan dengan jalan utama kota. Bahkan, sejak beberapa bulan ini rel kereta api di tengah kota itu dimanfaatkan untuk Kereta Wisata dengan Lokomotif Uap bernama Sepur Kluthuk Jaladara, yang menjadi kota kedua setelah Ambarawa yang mengoperasikan Kereta Uap untuk Wisata.

Dalam urusan berlalu-lintas, ~saya sangat menyayangkan~ perilaku berkendara wong Solo kebanyakan –menurut sayatidak tertib. (nottalking) Sudah terlalu sering saya –pemakai jalan yang taat aturan ini-, melihat ketidak-tertiban wong Solo dalam berlalu-lintas.  Rasanya tidak terhitung saya melihat pelanggaran marka, pelanggaran rambu, pelanggaran kelengkapan kendaraan, dan yang paling sering saya lihat di lampu bangjo, wong Solo sangat suka sekali tancap gas di saat lampu  lalin menyala kuning sebelum hijau. Lebih menyebalkan bilamana kurang 5 detik menuju hijau, para pengendara di barisan belakang sudah ribut membunyikan klakson. Dan selalu saja ada wong Solo yang malahan tancap gas bukannya ngerem ketika lampu hijau berubah kuning sebelum menjadi merah.

Di Solo arti warna lampu lalu lintas adalah; hijau berarti boleh jalan, merah berarti berhenti, dan kuning berarti jalan cepat sekali…😀

Mungkin itu yang membuat pemerintah setempat membuat garis jingga yang tentu saja lebih jelas dan tegas dibandingkan marka batas jalan yang berwarna putih atau kuning. Harap dimaklumi, kereta api adalah salah satu kendaraan yang membutuhkan pengereman dalam jarak yang cukup panjang, sehingga bilamana ada sesuatu menghalangi di depannya tidak bisa spontan mengurangi kecepatan.

Bagaimana dengan perilaku pengguna jalan di kota sedulur??

gambar diambil menggunakan kamera ponsel pada 15/12/2009 dan 19/12/2009 di jalan slamet riyadi solo

Posted in: Aeng-aeng