Bagus Mana XP sama Seven???

Posted on 06/01/2010

110


… (haha) Itu pertanyaan dari Boss Proyek Perumahan sewaktu menjelang siang tadi saya sedang berkendara di jalanan kota Solo. Terpaksalah saya berhenti dan meladeni konsultasi dari pak boss yang –maaf– gaptek itu. (nyengir)

Dua-duanya saya pernah menggunakan ~pernah cukup lama menggunakan (sewaktu masih suka mbajak -hanya punya satu yang legal- dan sewaktu masih gratis) dan sekarang sekedar untuk mencoba dan belajar~. Dua-duanya juga cukup bagus ~bagi saya cukup tangguh untuk meladeni banyak urusan pekerjaan (tapi sering repot karena gangguan virus dlsb)~. Dan karena ~sependek yang saya tahu dan sepanjang yang saya punya~ si Seven itu lahir belakangan, saya jawab saja; “Bagus SEVEN dong!!! Tapi mahal!!!”

Rupanya pak boss sedang ingin beli lappie baru dan cilakanya karena terlalu baru sudah nggak cocok lagi sama XP. Sebetulnya mudah saja bila tetap menginginkan diinstall XP, yang pertama downgrade saja biosnya, dan yang kedua integrasikan driver-driver yang diperlukan ke dalam installer XP. Beres dech!!!…

Tapi inti cerita serunya bukan itu…

Pak boss bilang bahwa dia cukup nambah seratus ribu di pihak penjual untuk nginstall seven plus aplikasinya komplit…plit…plit… (doh) Cilaka dua belas!!!… Pasti diinstall bajakan!. Seratus ribunya pun cuma jasa instalasinya. Dan mungkin saja bilamana pihak penjual menjelaskan bahwa OS dan aplikasi itu harus beli sendiri, bisa jadi calon pembeli membatalkan pembelian.

Rupanya kesadaran untuk menggunakan produk legal bukan bajakan tidak mesti diawali dari oleh dan karena pengguna. Seperti kasus pak boss yang gaptek tadi, ketika membeli seperangkat komputer tentunya ingin sudah langsung bisa dipakai. Dia tidak tahu bahwa hardware dan software itu dua hal yang berbeda. Dia yang hanya beli hardware, selayaknya juga diberi pengertian bahwa software (operating system dan aplikasi) harus dibeli sendiri (itu saja ada yang lisensi-nya dowang, walaupun ada juga yang free)…

Nah… Yang sudah tahu seharusnya mengingatkan pada yang belum tahu…

Bagi saya sendiri, pilihannya sebetulnya mudah saja.

  1. Menggunakan OS dan aplikasi legal (misal produk-produk yang memang sudah terpaket OS dan aplikasi atau produk yang sudah terpasang OS legal dan ditambah beli aplikasi sesuai kebutuhan, atau produk tanpa OS dan aplikasi yang diisi OS dan aplikasi legal).
  2. Menggunakan OS legal, aplikasi free atau opensource (misal produk yang sudah terpasang OS legal tanpa aplikasi kemudian ditambah aplikasi free atau produk tanpa OS dan aplikasi yang dipasang OS legal ditambah aplikasi free).
  3. Menggunakan OS legal, aplikasi bajakan (legal karena sudah bawaan, aplikasi bajakan karena ogah beli dan suka nge-crack serial number dlsb… ini agak parah).
  4. Menggunakan OS dan aplikasi bajakan. (doh)
  5. Menggunakan FOSS ~Free Operating System & Software~ (perlu sedikit belajar dan penyesuaian, seringkali malas belajar jadi alasan, padahal kalau sudah biasa rasanya ya biasa saja).

Sekali lagi, awal mulanya tidak musti dari pengguna, namun hal lain juga berpengaruh menambah marak pembajakan misalnya pihak penjual, pengguna lain,  lingkungan termasuk pemerintah, pandangan yang keliru mengenai kompatibilitas, kesan bahwa FOSS itu sulit, dan lain-lain…

Pilihannya ada pada sedulur sekalian… Bagaimana???

gambar dari http://www.cgl.ucsf.edu

Posted in: Catatan Sela