Durian Si Bagong

Posted on 06/02/2010

42


Beberapa hari di Kendal-Semarang karena harus berkegiatan di sana, membuat saya sering mampir bahkan bermalam di Padepokan SolveWithIT-Speed di Limbangan, Kendal. Seperti yang saudah saya ceritakan pada tulisan NDURENAN, para punggawa padepokan yang nyambi berjualan durian membuat hampir tiap hari saya pun berkesempatan menikmati berbagai macam durian unggul.

Sebetulnya saya tidak termasuk durenmania… Namun, tak sopan rasanya menyiakan kesempatan menikmati aneka durian yang lezat walaupun hanya satu-dua pongge* saja.  (haha) Bilamana ada durian yang diperkirakan lezat, selalu saja ada di antara para punggawa yang menyisihkan untuk dinikmati beramai-ramai. Masing-masing tidak perlu mengeluarkan banyak uang, melainkan iuran lima-sepuluh ribu per orang dan durian lezat pun dinikmati bersama… Ini bukan leker eten zonder betalen, tapi menurut saya tetap saja termasuk indahnya kebersamaan.

Salah satu durian favorit di Padepokan SolveWithIT-Speed di Limbangan, Kendal adalah Durian Bagong, biasanya disebut Si Bagong saja –nama aslinya saya tidak tahu-. Ukurannya rata-rata tidak begitu besar, jarang sekali yang berukuran besar. Bentuknya bulat, tangkainya panjang, bahkan ada yang lebih panjang dari ketinggian buah. Durinya berukuran agak besar, tapi panjang dan lancip –beberapa kali tangan saya tergores duri si bagong ketika membukanya-. Daging buahnya kekuningan, rasanya manis, harum, dan pulen, bijinya bulat kecil… Pokoknya serba istimewa!…

Durian jenis ini yang beberapa kali saya bawa pulang untuk dinikmati Diki, Nanin, dan Bu Noor… Ternyata mereka juga suka… (haha)

(hungry) (mmm)

pongge = Jw: biji durian

Posted in: Plesiran