Candi Sambisari

Posted on 21/02/2010

57


Candi Sambisari terletak di desa Sambisari, Kalurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Secara astronomi terletak di 7o45’48,13″LS dan 110o26’46,43″BT. Candi Sambisari pertama kali ditemukan pada bulan Juli 1966, yakni ketika seorang petani yang sedang mencangkul sebuah bagian batu candi yang berukir. Setelah melalui penelitian ternyata temuan tanpa sengaja tersebut merupakan bagian kecil dari sebuah gugusan candi yang terpendam hingga kedalaman 6,5 meter di dalam tanah yang merupakan endapan lahar vulkanis dari gunung Merapi.

Ini agak membingungkan, di tulisan yang ada di Bagian Informasi Candi Sambisari, jelas tertulis “desa Sambisari, Kalurahan Purwomartani“… Bukankah desa dan kelurahan itu level-nya sama??? (thinking)


Pada bulan September 1966 untuk pertama kalinya dilakukan kegiatan penelitian sistematis berupa ekskavasi arkeologis yang dilaksanakan oleh Kantor Cabang I Lembaga Peninggalan Purbakala Nasional di Prambanan dengan dibantu oleh para mahasiswa Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Tahun 1975 hingga 1977 berhasil menampakkan satu bangunan induk dan tiga buah candi perwara. Kondisi candi-candi tersebut sudah dalam keadaan runtuh kecuali pada bagian kaki, sebagian pagar langkan dan sebagian tubuh masih dalam kondisi aslinya.

Candi Sambisari merupakan candi Hindu yang dibangun sekitar abad 9 Masehi. Kemudian bangunan ini menghilang tertimbun endapan lahar Merapi. Di tahun 1986, pemugaran Candi Sambisari telah usai.

Candi Sambisari merupakan kelompok percandian yang terdiri dari sebuah candi induk dan tiga buah candi perwara di depannya, candi induk menghadap ke arah barat dengan denah berbentuk bujur sangkar berukuran 13,65 x 13,65 m dengan tinggi 7,5 m. Hal menarik dari candi induk adalah dijumpainya batu-batu pipih semacam umpak di sepanjang selasarnya. Batu-batu tersebut mempunyai tonjolan berbentuk bulan dan persegi. Pada sisi luar tubuh candi induk terdapat relung-relung yang ditempati oleh beberapa arca yakni arca Durga (sisi utara), arca Ganesa (sisi timur) dan arca Agastya (sisi selatan). Untuk dua buah arca di pintu masuk yakni Mahakala dan Nandiswara telah hilang dicuri pada tahun 1971.

Ketika saya mengunjungi Candi Sambisari (20/02/2010), dua relung yang ada di samping kanan dan kiri pintu candi induk, arcanya telah berganti seperti gambar di bawah ini:

(lol) (rofl) (lmao)

Di depan candi induk terdapat 3 buah candi perwara yang berukuran 4,8 x 4,8 m (perwara sisi utara dan selatan), dan 4,9 x 4,8 m (perwara tengah). Secara keseluruhan kompleks Candi Sambisari dikelilingi oleh pagar berukuran 50 x 48 m.

Kira-kira lima meter di luar pagar terdapat kaki candi, yang belakangan di bawahnya dibangun drainase untuk mencegah tergenangnya candi karena posisi candi lebih rendah dari permukaan tanah. Pada ujung drainase di sebelah timur laut ada pompa air dalam bangunan kecil yang akan mengeluarkan genangan air bilamana diperlukan. Kira-kira lima puluh meter dari luar kaki candi, masih terdapat pagar lagi, namun hanya pada beberapa tempat saja yang telah dilakukan penggalian. Melihat batas pagar terluar itu, menurut saya,kompleks candi pada awalnya cukup luas, dan bisa jadi dulunya merupakan semacam padepokan dengan candi induk sebagai pusat kegiatannya.


Pada tahun 1976 ditemukan prasasti emas di bawah salah satu umpak di candi induk. Prasasti tersebut berukuran 2 x 1 cm yang bertuliskan om siwasthana yang artinya ‘hormat, rumah bagi dewa Siwa‘. Di halaman candi juga ditemukan arca perunggu berukuran tinggi 29 cm dan lebar 12 cm. Arca ini adalah arca Vajrapani yakni salah seorang Bodhisattva.

Ini agak aneh karena di candi Hindu ditemukan arca Bodhisattva… (thinking)

Selain itu juga ditemukan sejumlah talam dan cawan perunggu serta sejumlah gerabah.

Catatan Andy MSE:

  1. Tulisan di atas 100% copy paste dari Bagian Informasi Candi Sambisari yang saya baca ketika berkunjung ke sana bersama Nanin (20/02/2010), kecuali pada quote yang merupakan tulisan saya sendiri… (nyengir)
  2. Candi Sambisari adalah peninggalan bersejarah yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Negara Republik Indonesia No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

Sedulur pernah ke Candi Sambisari???

Posted in: Plesiran