Perjalanan Ngamprok yang Seru

Posted on 10/03/2010

46


Amprokan Blogger sudah berlalu, namun saya belum sempat bercerita. Berhubung saya bukan wartawan melainkan blogger biasa saja yang tidak tergantung tenggat, tidak ada istilah basi untuk urusan saya bercerita. Bahkan kalau hal ini akan saya ceritakan tahun depan sekalipun, tak boleh ada yang protes… (tongue)

Oh ya, cerita soal Amprokan ini sepertinya akan panjang sekali. Silahkan siapkan segelas kopi dan sepiring pisang goreng untuk menikmati cerita saya yang seru ini…

Sejak berangkat, sudah terbayang serunya acara Amprokan Blogger. Sore saat naik angkot menuju ke Stasiun Balapan Solo (saya berangkat menggunakan kereta Senja Solo), sudah ada hal yang bikin terpingkal-pingkal. Di pinggir jalan, ada warung rica-rica/sate gukguk (warung semacam ini banyak terdapat di Solo dan seringkali disamarkan namanya menjadi rica-rica jamu atau sate jamu padahal yang dijual adalah masakan daging anjing). Anehnya, yang jualan adalah Pak Bebek…

Owalah… Lha mbok jualan bebek goreng saja kan sudah pas dengan nama, ini kok malah diversifikasi ke urusan daging anjing… (lmao)

Perjalanan berlanjut ke Stasiun Balapan. Saat kereta berangkat, saya bertemu dengan rombongan Blogger Bengawan. Ada Blontankpoer, Badoer, dan Hasssan. Walaupun kami beda gerbong, malam di kereta tetap diisi dengan obrolan seru, hampir-hampir tidak tidur. Sebetulnya, Blontank pesan tiket untuk 4 orang. Rencananya yang satu digunakan untuk Suryaden yang akan bergabung di Stasiun Tugu Yogyakarta. Namun, apa daya, Suryaden datang di stasiun terlambat 10 menit, dan…. ketinggalan kereta… (lol) misakne polll!!!… Belakangan, Suryaden pun menyusul walaupun harus naik kereta yang ongkosnya jauh lebih mahal. Yang menyenangkan bagi saya pribadi, Blontank membawakan sebuah smartphone untuk saya yang merupakan hadiah menulis saat Wisata Blogger 2009 di Wonosobo (wisatanya Juni 2009, hadiahnya baru saya terima Maret 2010… lama banget ya?). Yeach… Walaupun sudah lewat lama sekali, tetap saja saya sampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada panitia Wisata Blogger 2009 (saya nggak jadi beli Corby untuk Diki)… (dance)

Di sepanjang perjalanan, para blogger yang sama-sama akan ngamprok di Bekasi saling berkomunikasi -via plurk, fesbuk, twitter, sms, dan lain sebagainya-. Di depan kereta saya ada kereta Progo yang ditumpangi blogger-blogger Banyumas, ada juga kereta Bengawan yang ditumpangi blogger Bengawan khushushon dari Karanganyar yang dikomandani oleh Wedhuz Gunung. Ada juga rombongan dari Ponorogo yang menumpang kereta Brantas… (badhalah… kok numpake kelas ekonomi kabeh yo?)… Di belakang kereta saya ada rombongan blogger dari Surabaya, entah naik kereta apa?

Nah… Berhubung kereta-kereta itu jalannya ugal-ugalan, saling salip-salipan, yang sampai duluan di Stasiun Bekasi adalah Pradna dan Estiko, disusul rombongan saya, di belakangnya adalah rombongan dari Ponorogo. Rombongan dari Karanganyar dan Surabaya terlalu lama untuk ditunggu dan seadanya blogger yang telah berkumpul berjalan kaki menuju Asrama Haji Bekasi tempat peserta Amprokan Blogger diinapkan.

Kopinya diminum dulu, dan silahkan menunggu cerita saya selanjutnya…🙂

Posted in: Cangkrukan, Plesiran