Bug

Posted on 23/03/2010

47


Istilah BUG seringkali kita dengarkan. Biasanya berkaitan dengan kesalahan pada perangkat komputer baik perangkat keras dan lebih sering digunakan di urusan perangkat lunak. Walaupun kecil seperti namanya, biasanya bug itu merepotkan bilamana tidak segera diperbaiki. Ya,  bug kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya adalah serangga atau kutu. [gambar dari: dunia-ibu]

Kenapa dinamakan bug?

Tahun 1945 sewaktu ukuran komputer masih sebesar kamar, pihak militer Amerika Serikat menggunakan komputer yang bernama “Mark 1”. Suatu hari komputer ini tidak berfungsi dengan semestinya, setelah komputer itu diperiksa ternyata ada suatu bagian perangkat keras di mana terdapat serangga (bug) yang tersangkut. Setelah serangga (bug) itu diangkat dari perangkat keras, komputer dapat berfungsi dengan baik. Maka sejak saat itu kata bug lekat dengan masalah-masalah pada komputer. [wikipedia]

Sependek yang saya tahu dan spanjang yang saya punya, bug yang paling menghebohkan selama ini adalah Y2K, yaitu bug yang berhubungan dengan kebiasaan banyak programmer di tahun 1980-an untuk menyimpan tahun dalam format 2 angka. Kebiasaan ini menimbulkan masalah saat mendekati tahun 2000, yaitu kesadaran bahwa tahun 2000 akan diinterprestasikan sebagai tahun 1900.

Bug lain yang merepotkan

Akhir-akhir ini, ada BUG yang cukup merepotkan saya namun sama sekali tidak berhubungan dengan dunia komputer. Ops… bukan bug, tepatnya louse, kalau banyak namanya lice. Namun bukan caplak, melainkan kutu rambut kalau satu namanya head louse kalau banyak tentu saja head lice.  Eh, yang dimaksud di sini adalah kutu rambut kepala bukan rambut yang lain lho! (head = kepala)… ~basa linggis pancen repot tenan~

Kutu rambut atau head louse (Pediculus humanus capitis) itu menyerang anak saya Nanin ~kasihan banget, cantik2 kok kutuan~. (doh)

Itulah yang merepotkan saya karena saya tidak tahu darimana asal kutu itu. Bisa jadi karena ketularan beberapa kawan sekolah atau kawan bermainnya. Ketika saya bertanya kesana-kemari mencari referensi, kutu rambut ~Kingdom: Animalia, Phylum: Arthropoda, Class: Insecta, Order: Phthiraptera, Suborder: Anoplura, Family: Pediculidae, Genus: Pediculus, Species: P. humanus, Binomial name: Pediculus humanus (Linnaeus, 1758), Trinomial name: Pediculus humanus capitis (Charles De Geer, 1767), Synonyms: Pediculus capitis (Charles De Geer, 1767) [wikipedia]~ ternyata tidak memandang domisili, tidak hanya menyerang anak-anak di pedesaan saja, di perkotaan pun banyak anak-anak yang kutuan. Sebaliknya, jarang sekali yang menyerang orang dewasa kecuali  bagi yang malas merawat rambutnya. Mungkin karena anak-anak itu masih belum bisa merawat rambutnya sendiri dengan baik. Orang tua yang lalai akan memperparah keadaan itu.

Tips and trick membasmi kutu rambut

Tidak ada yang paling manjur kecuali harus rajin merawat dan membersihkan rambut. Ini sama susahnya menghindarkan rumah dari cicak dan tikus (walaupun tidak mesti dua jenis binatang itu berperan sebagai hama). Berikut tips and trick pembasmian kutu rambut cara gue:

  • Selalu jaga kebersihan rambut dengan mencuci (menggunakan shampo) secara rutin.
  • Bilamana sudah tertular, terpaksa harus menggunakan racun pembasmi kutu yang banyak tersedia di apotik dan toko obat terdekat. Pemakaiannya lebih baik pada malam hari sebelum tidur, dan setelah dioleskan merata ke seluruh kulit kepala beserta rambutnya, ditutup dengan kain. Esoknya pasti kutu rambut bergelimpangan mdrcct.
  • Untuk serangan kutu yang membandel, bisa juga racun pembasmi kutu dicampur dengan serutan kapur semut. Dalam beberapa menit saja, kutu-kutu akan pingsan dan mabuk tak berdaya.
  • Telur-telur kutu yang menempel (biasanya di dekat pangkal rambut) harus dihilangkan secara manual. Di Jawa, ritual itu disebut petan atau petanan. Bisa juga menggunakan sisir super rapat yang biasa disebut serit atau suri kerep. [gambar serit dari Sir mBilung Mac nDobos, gambar petan dari Foto.Detik.Com].
  • Bilamana anak-anak diperkirakan sering berada di kawanan lingkungan yang rawan terkena kutu, ada baiknya rambutnya jangan dipanjangkan. Walaupun cewek, tak apalah sementara waktu rambutnya selalu pendek. Kutu lebih suka rambut yang panjang.

Catatan Andy MSE: Tulisan ini terinspirasi dari mbak Menik yang senasib dengan saya (haha) … silahkan  simak di sini!

Posted in: Aeng-aeng, Fam