Earth Day 2010, Save Our Earth…

Posted on 22/04/2010

46


Dalam banyak hal saya setuja-setuju saja dengan Earth Day 2010, Save Our Earth… Secara pribadi, saya suka alam, suka tanaman, pepohonan, juga suka menanam tanaman apa saja, bukan menanam persoalan atau menanam masalah. Saya juga tidak suka nyampah kecuali nyampah komen di blog dan sosial media… Saya suka yang alami, suka yang segar-segar, suka yang damai-damai saja, semua didasari rasa percaya yang begitu tinggi kepada alam semesta.

Mari sejenak menyimak kutipan dari situs earthday berikut ini:

Forty years after the first Earth Day, the world is in greater peril than ever. While climate change is the greatest challenge of our time, it also presents the greatest opportunity – an unprecedented opportunity to build a healthy, prosperous, clean energy economy now and for the future.

Earth Day 2010 can be a turning point to advance climate policy, energy efficiency, renewable energy and green jobs. Earth Day Network is galvanizing millions who make personal commitments to sustainability. Earth Day 2010 is a pivotal opportunity for individuals, corporations and governments to join together and create a global green economy. Join the more than one billion people in 190 countries that are taking action for Earth Day.

Rasanya masih banyak kekurangan tentang apa yang saya lakukan terhadap bumi… Dan saya pun sepakat-sepakat saja ketika banyak orang berkampanye untuk lebih berkasih-sayang kepada bumi tempat berdiri, bertempat tinggal, beraktivitas, makan, minum, e’ek, pipis, berhubungan seksual, dan lain-lain. Itu memang sudah seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai rasa terimakasih kepada bumi yang telah memberikan segalanya tanpa pamrih sama sekali.

Tapi dalam hati saya juga masih selalu bertanya-tanya, berburuk-sangka dan menduga-duga… Di balik kampanye itu ternyata banyak pihak yang manis di mulut saja, di balik kampanye itu ternyata masih banyak pihak yang menujukan ke pihak lain saja bukan kepada dirinya. Berkampanye tapi masih enggan berkasih-sayang kepada bumi karena masih mengeruk sumberdaya seenaknya dan menyemburkan polutan ke tanah, air, dan udara sembari tangan satunya memberi wortel ketika ada yang mau mengurangi aktivitas polusinya.  Hhh… Seolah bumi ini milik embahnya sendiri, sehingga dia bisa berbuat semaunya dan yang lain harus menurutinya…

Yang seperti itu sebetulnya bukan menyelamatkan dunia melainkan hanya menyelamatkan dirinya saja… Saya yakin, itu bukan anda!

Mari kita turut menjagalah bumi dan isinya termasuk makhluk yg menghuninya. Amankan bumi dari kerusakan, melindungi sumber air, membersihkan udara, melestarikan alam dan laut, dan lain sebagainya… Bila kita tidak yakin, anggaplah kita berbuat untuk anak cucu kita nanti…

gambar dari earthday dan google...