Orang Miskin Tidak Boleh Sakit

Posted on 14/05/2010

42


Bagaimana bila orang kaya mengalami sakit? Tentunya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik sesuai dengan yang mampu dibayarnya.

Ah, jangankan sudah mengalami sakit. Belum sakit pun seringkali orang kaya melakukan check-up bahkan general check-up untuk mengetahui kondisi tubuhnya barangkali ada gangguan dan bisa dicegah sedini mungkin.

Hal ini tentu saja berbeda halnya bila yang mengalami sakit adalah orang miskin. Biasanya, bila orang miskin sakit, pada awalnya mereka akan melakukan pengobatan sendiri. Bisa dengan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran seperti obat sakit kepala, obat flu, obat batuk, dan lain sebagainya. Bisa juga dengan jamu dan ramuan tradisional, atau obat-obatan alternatif lainnya.

Perilaku orang miskin sakit ini adalah salah satu hal yang menyuburkan bisnis obat-obatan bebas –lagi-lagi menambah kesempatan bagi  orang kaya untuk menangguk keuntungan-.

Beruntung pemerintah Indonesia mempunyai banyak program yang ditujukan kepada rakyat miskin. Di bidang kesehatan sendiri ada JAMKESMASJaminan Kesehatan Masyarakat-. Hebat ya pemerintah Indonesia???

Nah… Beberapa waktu lalu, saya pernah menulis sedikit uneg-uneg tentang Jamkesmas yang menjadi pembicaraan hangat di rapat rutin RT tempat tinggal saya. Singkatnya,  uneg-uneg di rapat RT itu karena ada warga yang seharusnya berhak menerima Jamkesmas, namun ternyata tidak masuk dalam data penerima Jamkesmas di kantor desa. Padahal, pak RT sudah mengusulkan dan berulang kali menanyakan kepada perangkat desa.

Tak dinyana, tulisan saya itu, selain mendapatkan masukan mengenai prosedur pengusulan Jamkesmas, juga menuai keluhan dari pihak yang tidak tidak mendapatkan Jamkesmas. Tentu saja mereka mengeluh karena seharusnya mendapatkan Jamkesmas. Di dalam aturannya, seharusnya yang tidak mendapatkan Jamkesmas masih bisa mendapatkan pelayanan kesehatan melalui JamkesdaJaminan Kesehatan Daerah-. Mereka pun mungkin tidak bisa mengakses layanan tersebut.

Berikuti ini beberapa di antara komentar bernada miring dan keluhan-keluhan di tulisan saya tentang Jamkesmas:

Estiko: Di tempat pacar saya malah katanya sudah tidak ada lagi pak. Padahal di TV iklannya masih sering nongol. Bahkan seharusnya program seperti ini digalakkan.

Febry Riyanto: bnyk nyta ny klw krtu trsbt yg mmliki org yg mmpu pdhal krtu tsrbt dpruntngkan bgi warga yg krng mmpu..

Iwan Sulistyo: Birokrasi yang sulit dan semakin dipersulit, dari puncak pimpinan sampai pimpinan yang paling bawah. berkelok-kelok rumit seperti lasbirin, yang menyesatkan. Kl begitu terus kapan hidup menjadi lebih mudah, saling membantu untuk mempermudah urusan. Apalagi urusannya orang sakit yang lapar. Wah jadi bingung ……

Rangga Aditya: Hehehe… Kurang tauh tuh… Kayak gitu kayaknya biasa ya mas di indonesia. Orang tetangga saya aja yang mentereng rumahnya dapat kompor gas gratis! Kok di komplek sebelah (komplek btn rumah kecil) yg seharusnya dapet (karena rata2 masih pake kompor minyak) gak dapet. Menejemennya kacrut! Alias kacau dan kusut.

Sepur Kluthux: memang serba susah ya jadi orang miskin, hanya dapat janji – janji saja. semoga yang belum dapet kartu JAMKESMAS tidak sakit.

Edy Sharma: Iya bung…saya juga mau ngurus jamkesmas punya keluarga saya…yang terjadi di wonosobo kota saya malah sang pendata sak penake wudele dewe…orang yang ngga CS sama dia walaupun kurang ammpu tidak di data…tapi yang CS sama dia walaupun kaya juga tetep dapet..ngga adil..saya sieh rencana mau ngajukan ke kelurahan…krn saya pikir Jamkesmas adalah hak bagi warga desa yang memang membutuhkan..nah permasalahanya skr..patokan warga yang mampu atau tidak mampu tuh seperti apa? apa mungkin seorang penjual ayam tidak di perbolehkan mendapat jamkesmas? saya akan menuntut hak sampai kemanapun…ada usulan sebaiknya saya memulai dari mana dan prosedur yang benar seperti apa? buat bahan saya mengajukan ke Kades…?

Liana: pa,sebenernya prosedur mendapatkan jamkesmas sdh pernah kerabat saya ikuti,tapi mengapa kok tidak bisa mendapatkan fasilitas jamkesmas tersebut sampai telah mengeluarkan persyaratan administrasi juga sdh dilakukan.Sebenarnya bagaimana langkah kami selanjutnya untuk mendapatkan jamkesmas untuk kerabat saya yg menderita penyakit tumor dan harus segera dioperasi,tapi kesulitan biaya,terimakasih.

Dutchonk: jamkesmas yang sebenarnya untuk rakyat yg kurang mampu kadang dislah gunakan bahkan banyak yg jadi anggota jamkesmas dari orang2 yg mampu..yg lebih ngeri ada pasien jamkesmas yang rumahnya besar setelah diselidiki ternyata dia kluarga penguasa dikabupaten itu.gimana ky gitu???
uang jamkesmas yang harusnya untuk penyelenggaraan kesehatan bagi orang2 g mampu harus disetor ke pemda dan dijadikan PAD sebesar 50% trus gimana itu???apa sanksi yg harus diberikan bagi kabupaten yang menjadikan dana jamkesmas sebagai PAD???
lihat aja dislah satu kabupaten di kalteng pasti anda2 kaget dengan kebijakan ini…

Hadi Susanto: aku ada seorang kepala rumah tangga dg 1orang anak. 6bln yang lalu istriku sakit ginjal. org sakit ginjal identik dg biaya yang tinggi sekali bagi keluargaku. rata rata 6-8jt per satu bulan. aku sdh minta sama rt/lurah agar istriku dapat jamkesmas. sdh 3bln aku urus belum ada kabar berita. sementara harta kami sisa rumah yang blm tergadai. pantaskah keluarga kami dapat jamkesmas.

Sumadi: memang susah cari jamkesmas, kemarin saya ke kantor lurah Desa Gunting minta surat keterangan miskin trus saya bawa ke kecamatan, lalu saya minta surat keterangan ke puskesmas Wonosari 2, kata Kepala Puskesmasnya, kalau gak ada yg sakit gak berani mengeluarkan surat tersebut. Apa memang benarseperti itu ?? Jadi sampai hampai sekarang semua anggota keluarga saya tdk punya jamkesmas. Jangankan untuk berobat ke rumah sakit, untuk makan saja sulit. Dulu pernah ada kuota jamkesmas untuk wilayah RT saya( RT 8 ), tp yang dapat justru mereka2 yg secara ekonomi lebih baik dari saya. Kata Perangkat desa saya, ” saya gak tau masalah itu, yang lebih tau Pak ketua RT “. Tolong pak NARNO, kalau pingin jadi bupati lagi tolong pikirkan kami2 rakyat jelata yg setiap hari sll bergumul dengan kesulitan & sesusahan !!!!!

Menyimak beberapa cerita yang ujung-ujungnya senada yaitu kesulitan pengurusan dan distribusi yang tidak tepat, kesimpulan saya pesimis dan sederhana saja; Orang Miskin Tidak Boleh Sakit… Kalaupun terpaksa sakit, bersiap-siaplah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang kurang layak.

Barangkali sedulur ada saran yang bisa membantu???

Catatan Andy MSE:

  1. Gambar dari ResistBook.
  2. Posting lawas tertanggal 13 Oktober 2009 tentang Jamkesmas masih mendapatkan komentar hingga 13 Mei 2010 yang baru lalu.
  3. Bilamana sedulur ingin membantu di antara komentator di atas dan tidak menjumpai tautan yang bisa digunakan, saya akan memberikan alamat email yang tercatat di daftar komentar agar sedulur bisa berkomunikasi langsung dengan yang bersangkutan. Terimakasih!…
Posted in: Catatan Sela