Hari Kebangkitan Nasional

Posted on 20/05/2010

34


dan Kebangkitan Nasional Indonesia…

Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting, yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli. (wikipedia)

Bisa jadi, karena Boedi Oetomo dianggap sebagai organisasi massa pertama di Indonesia, tanggal berdirinya Boedi Oetomo ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Ketika saya pribadi mencoba menelaah lebih jauh tentang organisasi-organisasi pada awal Kebangkitan Nasional Indonesia, justru saya menemukan beberapa literatur yang bernada sumbang mengenai Boedi Oetomo, di antaranya menyebutkan bahwa Boedi Oetomo a-nasionalis karena hanya memperjuangkan etnik Jawa dan Madura saja. Selain itu, anggota-anggota Boedi Oetomo adalah para mahasiswa dan lulusan STOVIA (sekolah kedokteran pada jaman penjajahan Belanda) dan kaum ambtenaar (pegawai pemerintahan Hindia Belanda). Beberapa hal ini belakangan menyebabkan keluarnya tokoh-tokoh penting Boedi Oetomo antara lain dr. Soetomo dan dr. Cipto Mangunkusumo.

Beberapa pihak mengklaim bahwa Sarekat Dagang Islam (SDI) justru lebih nasionalis karena beranggotakan tidak hanya Jawa dan Madura juga tidak hanya yang beragama Islam saja. Belakangan SDI yang menjadi Sarekat Islam (SI) malah menjadi lebih kacau balau karena terpecah-pecah bahkan muncul pula SI Merah. Soal berdirinya SDI ini juga masih menjadi perdebatan karena banyak pihak menyatakan bahwa SDI berdiri pada tahun 1912, namun banyak pihak berbeda mengklaim bahwa rintisan SDI telah dimulai pada 1905, tiga tahun sebelum Boedi Oetomo.

Soal kebangkitan nasional, saya pribadi lebih cenderung menggunakan tahun 1912 saat pertama kali berdirinya partai politik Indische Partij.

Bagaimana pendapat sedulur???

Posted in: Catatan Sela