Kesadaran Kawasan

Posted on 08/07/2010

24


Sejak SD, guru IPS di sekolah sudah sering menceritakan bahwa Indonesia –negara kita– adalah bagian dari masyarakat dunia yang terdiri dari ratusan negara dari berbagai macam ras manusia. Dikenalkan juga organisasi-organisasi atau kumpulan-kumpulan masyarakat internasional yang entah bertaji entah mandul seperti PBB, MEE, ASEAN, Non Blok, kerjasama keamanan misalnya NATO, dan lain sebagainya. Juga dikenalkan event-event internasional seperti berbagai macam  KTT, event olahraga seperti Olimpiade, SEA Games,  tak ketinggalan pula Piala Dunia Sepakbola, dan lain sebagainya.

Yang paling dekat adalah ASEAN –Association of Southeast Asian Nations karena Indonesia terletak di Kawasan Asia Tenggara.

Namun, rasanya kesadaran kawasan itu belum sampai ke tingkat masyarakat yang paling bawah. Biasanya para pemimpin suka akur-akur saja, terkadang melupakan banyak hal yang menyakitkan misalnya klaim budaya, pencurian kayu, pencurian pasir, pendudukan pulau kecil, razia indon, dan lain sebagainya. Indonesia terlalu lemah, malah mengidolakan Ipin-Upin. Kurang bangga bahkan banyak yang sama sekali tidak suka dengan produk sendiri, malahan lebih suka berbelanja ke Singapura. Sesekali Indonesia hanya bisa membalas dengan mengirimkan asap kebakaran hutan ke tetangga. Kerjasama kawasan memang baik, namun tidak cukup jadi pasar saja.

Sumpah! Saya merasakan masih terlalu banyak yang belum paham ham..ham..ham… soal latar belakang, maksud, dan tujuan dibentuknya kerjasama kawasan itu. Tentu saja saya termasuk yang tidak paham itu.

Dalam pandangan awam saya, mungkin itu salah satu yang melatar-belakangi Direktorat Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia merasa perlu melakukan Sosialisasi Implementasi Piagam ASEAN dan Pembentukan Komunitas ASEAN 2015 serta Kerjasama Antar Kawasan.

Berbagai komunitas diajak turut serta dalam sosialisasi tersebut. Di Solo, Direktorat Jenderal Kerjasama ASEANKementerian Luar Negeri bekerjasama dengan Komunitas Blogger Bengawan menyelenggarakan sosialisasi tersebut pada 06 Juli 2010 di Ballroom II, The Sunan Hotel, Jl. A. Yani, Kerten, Solo.

Ops… bukan-bukan… Alasannya bukan itu. Lebih jelasnya silahkan simak kerangka acuan sosialisasi berikut ini:

KERANGKA ACUAN
Sosialisasi Implementasi Piagam ASEAN dan Pembentukan Komunitas ASEAN 2015 serta Kerjasama Antar Kawasan
Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN – Kementerian Luar Negeri – Komunitas Blogger Bengawan
06 Juli 2010 – Ballroom II, The Sunan Hotel, Jl. A. Yani, Kerten, Solo.

  1. Piagam ASEAN yang ditandatangani oleh 10 Kepala Negara/ Pemerintahan ASEAN tanggal 20 November 2007 pada KTT ke–13 ASEAN di Singapura, merupakan dokumen historis yang mengubah ASEAN dari suatu asosiasi yang longgar menjadi organisasi yang berdasarkan hukum (rules-based) dan berorientasi pada kepentingan rakyat (people-centered).
  2. Kerjasama ASEAN telah mengalami perkembangan pesat sejak diberlakukannya Piagam ASEAN pada tahun 2008. Piagam ASEAN yang terdiri dari 13 bab dan 55 pasal, ditujukan bagi pembentukan ASEAN Community 2015 melalui 3 pilar sebagaimana termuat dalam Cha-am Hua Hin Declaration on the Road Map for the ASEAN Community antara lain melalui:
    a. Peningkatan kerjasama politik dan keamanan ASEAN bagi pemeliharaan perdamaian di kawasan, termasuk untuk memasyarakatkan nilai-nilai bersama seperti HAM dan demokratisasi (ASEAN Political-Security Community)
    b. Pembentukan single market dan production base serta upaya memfasilitasi arus perdagangan, investasi, modal, pergerakan pelaku usaha dan tenaga kerja (ASEAN Economic Community)
    c. Inspirasi One Vision, One Identity and One Caring and Sharing Community (ASEAN Socio-Culture Community)
  3. Sebagai tindak lanjut dua keputusan ASEAN tersebut di atas, negara-negara ASEAN saat ini sedang melakukan berbagai langkah tindak lanjut implementasi Piagam ASEAN dan langkah-langkah persiapan pembentukan Komunitas ASEAN di tiga pilar yaitu politik dan keamanan, ekonomi dan sosial-budaya. Kegiatan tersebut diupayakan dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen di negara-negara anggota ASEAN.
  4. Indonesia telah meratifikasi Piagam ASEAN melalui Undang-Undang No. 38 Tahun 2008 Tentang Pengesahan Charter of the Association of the Southeast Asian Nations (Piagam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) pada tanggal 6 November 2008. Sebagai konsekuensi logis, Indonesia juga melakukan proses Implementasi Piagam ASEAN, terutama ditujukan untuk membawa ASEAN lebih dekat kepada seluruh unsur masyarakat di Indonesia.
  5. Selain itu, ASEAN mengalami perkembangan kerjasama yang aktif dan intensif dengan negara Mitra Wicara. Saat ini ASEAN tidak hanya memiliki 10 negara mitra wicara (Australia, New Zealand, Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, India, Cina, Jepang, Republik Korea, Rusia), namun ASEAN juga memiliki kerangka kerjasama East Asia Summit (EAS) serta ASEAN Plus Three (APT), dan Mitra Wicara Sektoral dengan Pakistan. Kemitraan ASEAN dan negara Mitra Wicara tercermin melalui program-program kerjasama yang difokuskan pada penguatan Komunitas ASEAN 2015.
  6. Berkaitan dengan perkembangan Implementasi ASEAN Charter terutama pentingnya membawa ASEAN lebih dekat kepada seluruh lapisan masyarakat, serta memperhatikan prioritas kerjasama ASEAN ditinjau dari segi kepentingan Indonesia, dipandang perlu menyelenggarakan seminar sekaligus sosialisasi dengan tema “Implementasi Piagam ASEAN Menuju Komunitas ASEAN 2015 dan Perkembangan Kerjasama ASEAN dengan Negara Mitra Wicara” yang melibatkan Komunitas Blogger di Solo.

Apa yang bisa kita harapkan dari kerjasama demikian?

Tahun depan, Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN. Dengan posisi tersebut, Indonesia akan kian memiliki peran penting dalam berbagai bidang terkait dengan Kerjasama ASEAN tersebut. Situasi demikian, tentu memungkinkan banyak peluang menarik dan menguntungkan bagi masyarakat Surakarta dan sekitarnya pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Dalam bidang pengembangan budaya dan pariwisata, misalnya, bisa diinisiasi aneka bentuk program, seperti peluang pameran dan tukar-menukar delegasi kebudayaan. Sementara pada sisi industri kreatif, akan membuka peluang adanya promosi produk-produk khas, seperti batik, cinderamata dan produk-produk lainnya di berbagai negara kawasan ASEAN sehingga membuka peluang ekspor dan perolehan devisa.

Diharapkan, kegiatan seminar setengah hari itu akan menghasilkan masukan-masukan dari publik Surakarta dan sekitarnya, dan sebaliknya, masyarakat lebih memahami kerjasama antarbangsa di kawasan ASEAN.

Sementara, Komunitas Blogger BENGAWAN yang memiliki aktivitas online dan penggunaan teknologi komunikasi/informatika akan mengambil peran dalam konteks penyebaran pesan secara massif melalui media internet yang kami kelola.

Ya… Karena saya termasuk keluarga Bengawan, saya pun menghadiri acara sosialisasi tersebut. Bahkan saya mengajak Nanin yang baru naik kelas 5 SD untuk ikut serta. Banyak hal pasti Nanin tidak paham. Dari lagak-lagunya kentara sekali kalau dia bosan. Yang disukainya hanya karena banyaknya makanan yang disediakan The Sunan. Namun, saya terperanjat ketika menjelang akhir acara Nanin bertanya, “Pak, kata bu guru, negara Asia Tenggara itu ada sebelas. Kok anggota ASEAN hanya sepuluh?”

Bingung juga saya menjawab pertanyaan peserta termuda Sosialisasi Implementasi Piagam ASEAN dan Pembentukan Komunitas ASEAN 2015 serta Kerjasama Antar Kawasan itu, namun akhirnya saya jawab sekenanya. “Satu negara itu belum lama merdeka, jadinya belum jadi anggota”. Timor Leste!!!… (haha)

Keterangan gambar:

  1. logo ASEAN,
  2. Peta Negara ASEAN,
  3. Andy MSE, Ody Dasa, Nanin, Blontankpoer. Difoto oleh Dony Alfan
Posted in: Cangkrukan