Penyakit dan Keadaan

Posted on 18/07/2010

40


Ini adalah ungkapan keprihatinan saya ketika pagi tadi (dan pagi-pagi sebelum ini) banyak membaca aneka status kawan-kawan saya di sosial media yang berisi keluhan sakit.  (sick) …  Ada yang batuk uhuk-uhuk, ada yang demam, ada yang belekan, ada yang kelelahan dan pegal-pegal karena lembur semalaman, ada yang tidak sakit tapi sedang prihatin karena ada familinya yang sakit berat, ada yang sedang terbaring di rumah sakit tapi masih rajin perbarui status sekedar bercerita segala apa yang dialami di sana, dan lain sebagainya. Saya tidak bisa lakukan apa-apa, hanya bisa ikut berdoa semoga lekas sehat kembali!!!…

Tiba-tiba saya teringat ketika beberapa waktu lalu mengantar seorang kawan untuk berobat di pengobatan alternatif. Dia terkena stroke menyusul tekanan darahnya yang selalu tinggi .  Kawan saya itu  badannya biasa-biasa saja, tak bisa dibilang gemuk tapi darahnya yang kental membuat jantungnya endut-endutan keberatan beban. Sekali waktu pembuluh darah di kepalanya kena, dan stroke-lah dia!

Yang asyik… Di tempat pengobatan alternatif itu, kawan saya tidak langsung diobati atau diterapi. Justru lebih banyak diajak ngobrol ini itu yang secara langsung tentu saja berkaitan dengan penyakitnya, juga yang secara tidak langsung yaitu berkaitan dengan kondisi fisik dan psikologis.

Yang menarik… Si terapis di tempat pengobatan alternatif itu menjelaskan perbedaan antara penyakit dan keadaan. Yang dialami kawan saya bukanlah penyakit walaupun menjadikannya sakit. Penyakit, menurut terapis itu adalah gangguan kesehatan yang disebabkan karena organisme lain misalnya karena kuman. Termasuk penyakit misalnya malaria, flu, belekan, panuan, dan lain sebagainya. Untuk mengatasi penyakit biasanya diberikan obat yang bisa bersifat melawan penyebab penyakit secara langsung ataupun secara tidak langsung dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh. Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi penyakit adalah mengenali gejala-gejala penyakit dan memberikan pengobatan yang sesuai.

Gangguan terhadap keadaan semestinya juga bisa menyebabkan sakit, misalnya kecelakaan yang menimbulkan patah tulang yang pasti menyakitkan. Hal lain yang bisa menyebabkan sakit atau gangguan kesehatan berkaitan dengan keadaan yang sudah menjadi bakat alam dari masing-masing orang. Contoh untuk hal ini adalah darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, asma, dan lain sebagainya.

Jujur, saya agak bingung dengan penjelasan terakhir sehingga saya pun ikut bertanya ragu. Jawaban terapis itu, masing-masing orang punya bakat sendiri-sendiri. Ada yang mengkonsumsi makanan-makanan berkolesterol tinggi tapi tidak terjadi gangguan kesehatan. Ada yang mengkonsumsi gula cukup banyak tapi tak terjadi diabetes. Ada yang alergi terhadap sesuatu sehingga ketika terkena alergen akan terganggu kesehatannya. Ada orang yang bisa beradaptasi dengan baik terhadap keadaan alam yang ekstrim, ada juga yang kurang bisa beradaptasi. Keadaan ini berbeda-beda antara masing-masing orang seperti halnya ada orang yang berhidung mancung atau pesek, ada yang jangkung ada yang gendut, ada yang berambut keriting ada yang lurus. Kecacatan –akhir-akhir ini kata cacat diperhalus bahasanya menjadi difabel– juga termasuk keadaan yang menimbulkan gangguan sehingga orang mempunyai kebutuhan khusus dibandingkan dengan orang lain yang normal. Gangguan perkembangan dan gangguan kejiwaan juga termasuk keadaan yang menimbulkan ketidak-nyamanan.

Yang bisa dilakukan untuk mengatasi keadaan yang menimbulkan gangguan kesehatan adalah menyiasatinya, bukan mengobatinya. Tindakan awal yang dilakukan untuk mengatasi keadaan adalah mengenali keadaan itu sendiri dan penyiasatannya adalah dengan memberikan pengobatan atau dengan menggunakan alat bantu.

Tiba-tiba lagi, saya teringat kawan akrab saya seorang keturunan China (Tionghoa) yang menjadi sinshe di Pecinan di Semarang. Dulu saya sering dolan ke tokonya dan selalu saja dia bercerita dengan berbusa-busa. Menurut engkoh itu, ada perbedaan mendasar antara pengobatan timur dan barat. Masing-masing tentunya tumbuh melalui penelitian panjang, serius, dan mendalam. Pengobatan barat berusaha mengenali gelaja untuk menemukan penyebab gangguan kesehatan. Pengobatannya adalah secara langsung dan tidak langsung ditujukan untuk mengatasi gangguan kesehatan itu sendiri. Sedangkan pengobatan timur beranggapan bahwa ketika terjadi gangguan kesehatan, pastinya timbul sebagai akibat dari terganggunya keseimbangan. Yin dan Yang tidak selaras. Upaya yang dilakukan adalah berupaya menyelaraskan Yin dan Yang sehingga terjadi lagi keseimbangan yang pada akhirnya akan mengatasi gangguan kesehatan.

Sumpah, walaupun tidak semua yang dijelaskan baik oleh terapis di tempat pengobatan alternatif itu maupun dari sinshe kawan saya itu bisa  saya pahami, saya mengerti, dan saya sepakati, namun itu semua telah memberi penyadaran baru kepada diri saya pribadi.

Serius! Masing-masing manusia adalah luar biasa karena Tuhan menciptakannya dengan unik. Bagaimanapun keadaan fisik sesuai yang telah diberikan Tuhan adalah yang terbaik… Tinggal menyiasati saja agar jiwa dan raga bisa memberi manfaat optimal… Begitu saja!!!

Teriring doa, semoga sedulur sekalian selalu dikaruniai kesehatan… Amien…

Posted in: Catatan Sela